Pencarian

RSUD RAT Tanjungpinang Bangun Gedung Poliklinik Spesialis Baru, PWI Ingatkan Keterbukaan Informasi BPJS

Senin, 03 Agustus 2026 • 11:29:31 WIB
RSUD RAT Tanjungpinang Bangun Gedung Poliklinik Spesialis Baru, PWI Ingatkan Keterbukaan Informasi BPJS
RSUD RAT Tanjungpinang menggelar Forum Konsultasi Publik 2026 untuk membahas pembangunan gedung poliklinik spesialis baru yang dijadwalkan mulai dibangun September 2026.

TANJUNGPINANG — Rencana pembangunan gedung poliklinik baru di RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau disambut dengan catatan penting dari insan pers. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, Suhardi, menilai peningkatan infrastruktur tanpa diimbangi keterbukaan informasi publik hanya akan menyisakan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Suhardi saat menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar RSUD RAT, Jumat (31/7/2026). Ia menyoroti masih banyaknya pasien, terutama peserta BPJS Kesehatan, yang tidak mendapatkan informasi utuh mengenai kemudahan dan prosedur layanan yang tersedia.

"Sering kali informasi mengenai kemudahan maupun keunggulan layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak tersampaikan kepada pasien," kata Suhardi dalam forum yang digelar di Tanjungpinang tersebut.

Gedung Baru Difokuskan untuk Layanan Spesialis

Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Bambang Utoyo, memaparkan bahwa gedung poliklinik baru dijadwalkan mulai dibangun pada September 2026. Target operasional gedung tersebut diharapkan dapat tercapai pada awal 2028.

"Semua pelayanan dokter spesialis akan dipusatkan di bangunan baru yang dirancang senyaman mungkin," ujar Bambang dalam kesempatan yang sama.

Pemusatan layanan spesialis di satu gedung diharapkan mampu mengurai penumpukan pasien yang selama ini kerap dikeluhkan. Suhardi menegaskan, jika visi pembangunan gedung baru ini ingin sukses, maka strategi komunikasi publik harus berjalan beriringan.

"Ke depan, jika rumah sakit memiliki visi menghadirkan gedung poliklinik spesialis yang lebih baik, maka keterbukaan informasi kepada publik juga harus menjadi prioritas," tegasnya.

Masukan Legislatif dan Tokoh Masyarakat

Forum Konsultasi Publik yang digelar manajemen RSUD RAT juga menjadi ajang penyampaian aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Boby Jayanto, mengungkapkan bahwa laporan warga terkait pelayanan rumah sakit masih terus mengalir ke dirinya.

Menurut Boby, persoalan penumpukan pasien dan sejumlah kendala pelayanan lainnya masih menjadi catatan serius yang harus segera dibenahi. Peningkatan mutu layanan dinilai tidak bisa ditunda, terlebih dengan hadirnya gedung baru yang akan menampung lebih banyak pasien.

Seorang peserta forum lainnya, Nazaruddin, memberikan usulan berbeda. Ia mengusulkan agar ruang-ruang di RSUD RAT menggunakan nama tokoh-tokoh Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya. Hal ini dinilai sejalan dengan nama besar Raja Ahmad Thabib yang melekat pada rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.

Menanti Realisasi Layanan yang Lebih Baik

Forum ini menjadi ruang dialog antara manajemen rumah sakit, pemerintah daerah, legislatif, insan pers, dan masyarakat. Semua masukan yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Thabib.

Dengan dimulainya pembangunan pada September 2026 mendatang, publik kini menanti realisasi janji pelayanan yang lebih nyaman dan transparan. Pertanyaan besarnya, apakah pembenahan fisik ini akan sejalan dengan perbaikan sistem informasi yang selama ini menjadi keluhan utama pasien BPJS?

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.info

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks