BATAM — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan agama untuk merusak harmoni yang sudah terbina. Pernyataan ini mengemuka di tengah perayaan syukur tahunan yang digelar Gereja Toraja Jemaat Batam Center, Sabtu (8/8).
Menurut Nyanyang, perayaan semacam ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum strategis memperkuat kehidupan rohani sekaligus tali persaudaraan antarwarga.
Indeks Kerukunan Kepri Tembus 83,68, Lima Besar Nasional
Nyanyang menegaskan bahwa capaian indeks kerukunan umat beragama (KUB) Provinsi Kepulauan Riau pada 2025 tercatat sebesar 83,68 poin atau berada pada kategori tinggi. Angka ini menempatkan Kepri konsisten berada dalam lima besar provinsi paling rukun di Indonesia selama empat tahun berturut-turut hingga 2025.
“Capaian tersebut tidak terlepas dari cara kita berkehidupan dan bermasyarakat yang baik, sehingga tercipta kehidupan yang penuh kerukunan dan keharmonisan dalam bersama-sama membangun Provinsi Kepulauan Riau yang kita cintai,” tutur Nyanyang.
Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki masyarakat Kepri merupakan kekuatan utama untuk membangun daerah yang harmonis, aman, dan sejahtera.
Waspadai Provokasi yang Mengatasnamakan Agama
Di hadapan jemaat, Nyanyang mengingatkan agar semangat kebersamaan yang sudah terbentuk tidak mudah dipecah oleh kelompok-kelompok tertentu. Ia meminta warga untuk hidup berdampingan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Mari hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya dan jangan mudah terprovokasi oleh perbuatan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama hanya untuk memecah belah kerukunan umat beragama yang telah terbina selama ini,” ajaknya.
Harapan untuk Jemaat Gereja Toraja Batam Center
Mengakhiri sambutannya, Nyanyang yang mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya pengucapan syukur tahunan tersebut. Ia berharap kegiatan berlangsung khidmat dan membawa berkah bagi seluruh jemaat.
“Semoga kegiatan ini dapat berlangsung khidmat dan penuh sukacita serta menjadi berkat untuk semua jemaat,” ucapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelayan Firman Pendeta Any Marlin, perwakilan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kepulauan Riau Pendeta Agrypa Sely, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau Dicky Wijaya.