TANJUNGPINANG — Polri kembali merombak sejumlah jabatan strategis di tingkat kepolisian daerah. Salah satunya menempatkan AKBP Agung Gima Sunarya sebagai Kapolres Murung Raya, Polda Kalimantan Tengah, sebuah posisi yang menuntut pengalaman manajerial dan pemahaman karakteristik wilayah yang kuat.
Nama Agung Gima Sunarya bukanlah wajah baru bagi masyarakat Kepulauan Riau. Sebelum bertugas di Kalimantan Tengah, ia tercatat pernah menjabat sebagai Wakapolres Tanjungpinang dan Wakapolres Karimun. Rekam jejak di dua daerah dengan dinamika sosial yang berbeda itu dinilai menjadi bekal penting dalam mengemban tugas barunya.
Mutasi ini merupakan bagian dari kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Langkah ini diambil sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel, sebuah pola yang rutin dilakukan untuk menjaga kinerja institusi tetap optimal.
Bekal Kepemimpinan dari Pulau Penyengat hingga Karimun
Penempatan Agung di Murung Raya tidak lepas dari pengalamannya memimpin satuan kewilayahan di daerah kepulauan. Tugas sebagai Wakapolres Tanjungpinang dan Karimun membiasakannya berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama yang memiliki peran sentral di wilayah Melayu.
Murung Raya sendiri memiliki karakteristik geografis yang berbeda, dengan wilayah hutan dan sungai yang luas. Tantangan ini yang kemudian menuntut adaptasi cepat dari perwira yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.
Komitmen Pelayanan Humanis dan Sinergi dengan Pemda
Dalam keterangannya, Minggu (02/08/2026), Agung menegaskan kesiapannya menjalankan amanah besar ini. Ia menyebut tugas tersebut merupakan tanggung jawab sekaligus kehormatan yang harus diemban dengan sungguh-sungguh.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus kehormatan bagi saya. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Murung Raya serta seluruh personel Polres Murung Raya agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Prioritas kerja yang dicanangkan sang Kapolres baru adalah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Hal ini akan ditempuh melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, serta tokoh adat dan agama di Bumi Tampung Penyang.
Program Lama Dilanjutkan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Alih-alih menghentikan program yang sudah berjalan, Agung justru berkomitmen untuk melanjutkan dan menyempurnakannya. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
“Pelayanan kepada masyarakat akan menjadi prioritas utama, dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, profesional, dan berintegritas,” tegas perwira menengah Polri tersebut.
Pergantian pucuk pimpinan di Polres Murung Raya ini diharapkan mampu memperkuat kinerja institusi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Barat tersebut.