BATAM — Sekolah Lansia ‘Tok Dalang dan Opah’ resmi beroperasi di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang. Program ini menjadi yang pertama di kecamatan tersebut dan menyasar warga lanjut usia yang jumlahnya mencapai sekitar 300 orang, atau 10 persen dari total penduduk setempat.
Camat Bulang Borhan mengatakan sekolah ini diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus pembelajaran bagi para lansia.
“Kami ajak para atok dan opah, manfaatkanlah sekolah lansia ini untuk berinteraksi dan belajar. Alhamdulillah sekolah yang terbentuk ini pertama di Kecamatan Bulang dan Insya Allah nanti akan kami susul ke kelurahan-kelurahan lain,” ujarnya di Batam, Kamis.
Apa Saja yang Dipelajari Selama 12 Bulan?
Para peserta akan menjalani program selama satu tahun penuh. Materi yang diajarkan mencakup kesehatan lansia, gizi dan pola hidup sehat, kebugaran jasmani, serta kesehatan mental dan spiritual.
Tak hanya itu, kurikulum juga mencakup pencegahan penyakit, peran lansia dalam keluarga, kemandirian, aktivitas sosial, hingga pengembangan keterampilan. “Harapannya memberikan manfaat, terutama bagaimana mereka tetap menjaga kesehatannya,” kata Borhan.
Dari 30 peserta angkatan pertama, 13 di antaranya laki-laki dan 17 perempuan. Seluruhnya berasal dari Kelurahan Pulau Buluh.
BKKBN: Panjang Umur Saja Tak Cukup
Kepala Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Kepri, Humala Lubis, menegaskan bahwa sekolah lansia merupakan program nasional untuk meningkatkan kualitas hidup warga senior.
“Pemerintah melaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas lansia agar sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Panjang umur saja tidak cukup, tetapi juga harus sehat dan mampu menjalankan aktivitas secara mandiri,” ujarnya.
Hingga Juli 2026, BKKBN mencatat sebanyak 28 sekolah lansia telah terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau.
Harapan Warga dan Bantuan Sosial untuk Lansia
Salah satu peserta, Sariman, mengaku senang bisa ikut serta. “Sebagai lansia saya pokoknya ikut aja, harapannya yang dilaksanakan di sini bermanfaat karena para lansia sudah dapat perhatian dari pemerintah,” kata dia.
Selain sekolah lansia, Pemkot Batam juga memberikan insentif sebesar Rp400 ribu per bulan kepada sekitar 4.000 lansia yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial daerah untuk menunjang kesejahteraan warga lanjut usia.