TANJUNGPINANG — Sebanyak enam rumah warga di RT 01/RW 05 Kampung Madong menjadi sasaran pembangunan dan perbaikan fasilitas Wet SWG dalam peninjauan yang dilakukan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza. Tiga rumah mendapatkan fasilitas sanitasi baru, sementara tiga rumah lainnya memperoleh perbaikan.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Founder and CEO-Member of the Board Safe Water Gardens, Dr. Marc van Loo, dan Yayasan LooLa Komunitas. Program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) ini menyasar permukiman yang berada di atas air, di mana akses sanitasi layak menjadi persoalan tersendiri.
Mengapa Wet SWG Dibutuhkan di Permukiman Atas Air
Warga pesisir di Kampung Bugis menghadapi tantangan limbah rumah tangga yang tidak bisa diselesaikan dengan sistem sanitasi konvensional. Kondisi tanah dan air di kawasan atas air membuat pembangunan septic tank biasa sulit dilakukan.
Wet SWG hadir sebagai alternatif yang menyesuaikan karakteristik lingkungan tersebut. Program ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat karena warga dilibatkan langsung dalam proses pembangunan dan mendapat upah atas pekerjaan yang dilakukan.
Pendekatan itu membuat program tidak sekadar menyediakan fasilitas, tetapi juga membuka penghasilan tambahan bagi warga setempat.
Raja Ariza: Warga Bisa Merasakan Manfaat dan Merasa Nyaman
Raja Ariza menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir dan rumah di atas air.
"Dengan program ini masyarakat bisa merasakan manfaatnya dan merasa nyaman," kata Raja Ariza.
Ia menyampaikan, Pemko Tanjungpinang siap membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas penerapan program serupa. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
300 Unit Ditargetkan Menjangkau Warga Pesisir
Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan 300 unit Wet SWG untuk menjawab kebutuhan sanitasi warga di kawasan pesisir. Jumlah itu disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat pesisir secara bertahap.
Kawasan Kampung Madong di Kelurahan Kampung Bugis menjadi salah satu lokasi prioritas karena karakteristik permukimannya yang berada di atas air. Program serupa diharapkan bisa diperluas ke titik-titik lain dengan persoalan serupa.
Pemko Tanjungpinang membuka ruang bagi pihak swasta yang ingin terlibat dalam pendanaan maupun pelaksanaan program. Skema kolaborasi itu diarahkan pada kegiatan yang bersinggungan dengan kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir.