Pencarian

Bumble Ubah Strategi, Tinggalkan Fitur Swipe Demi Pertemuan Langsung dan Aplikasi Plans

Jumat, 07 Agustus 2026 • 04:33:31 WIB
Bumble Ubah Strategi, Tinggalkan Fitur Swipe Demi Pertemuan Langsung dan Aplikasi Plans
Bumble meluncurkan aplikasi baru bernama Plans yang mempertemukan pengguna dalam kelompok kecil untuk kegiatan sosial tanpa fitur swipe.

KEPULAUAN RIAU — Era aplikasi kencan berbasis geser kanan-kiri mulai ditinggalkan. Bumble, platform kencan asal Amerika Serikat, kini mengarahkan strategi bisnisnya pada pengalaman sosial di dunia nyata. Dalam panggilan pendapatan kuartal kedua dengan investor, perusahaan memaparkan hasil awal pengembangan aplikasi terbaru mereka, Plans, yang dirancang untuk mempertemukan pengguna dalam kelompok kecil tanpa tekanan.

Plans: Aplikasi Baru untuk Bertemu Tanpa Swipe

Plans adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna bertemu dengan orang lain di komunitasnya untuk membangun pertemanan lewat minum atau makan malam di tempat lokal. Konsep ini sengaja tidak berfokus pada kencan agar pertemuan pertama terasa lebih santai.

Bumble meyakini pertemuan semacam ini bisa berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam, baik pertemanan maupun romantis. Pengguna Plans juga bisa melanjutkan obrolan di aplikasi Bumble tanpa perlu bertukar nomor telepon.

Wolfe Herd menegaskan bahwa bersosialisasi dalam kelompok adalah cara yang disukai Gen Z untuk bertemu. "Group socializing is a real part of how Gen Z prefers to meet, and we believe Bumble represents a natural bridge from meeting to socializing to then dating," ujarnya kepada analis.

Model Interaksi Baru untuk Gantikan Swipe

Bumble tidak berhenti pada Plans. Perusahaan tengah mengembangkan model interaksi baru untuk menggantikan fitur swipe di aplikasi utamanya. Konsep ini dirancang untuk menghasilkan interaksi yang lebih cepat dan hasil yang lebih baik, meniru cara orang bertemu di kehidupan nyata.

"The core idea is a shift away from optimizing for swipe speed and velocity towards something more intentional, fewer, better, more considered signals," jelas Wolfe Herd. Ia menambahkan bahwa transisi ini akan berlangsung bertahap agar tidak mengganggu ekosistem pengguna yang ada.

Detail mengenai pengganti fitur swipe masih dirahasiakan untuk kepentingan kompetisi. Yang jelas, Bumble juga akan memanfaatkan alat kecerdasan buatan (AI) di balik layar untuk meningkatkan hasil rekomendasi, meski perusahaan menegaskan ini bukan berarti pengalaman pengguna sepenuhnya digerakkan oleh AI.

Kinerja Keuangan dan Tantangan ke Depan

Meski berhasil melampaui ekspektasi pendapatan pada kuartal kedua, Bumble masih berada dalam fase pemulihan. Pendapatan perusahaan turun 15,2 persen menjadi USD 210,5 juta dibanding periode yang sama tahun lalu. Saham perusahaan juga tertekan setelah proyeksi kuartal ketiga menunjukkan penurunan jumlah pengguna berbayar.

Langkah Bumble ini sejalan dengan Tinder yang pekan lalu juga mengumumkan fokus baru pada acara tatap muka. Dua pemain besar industri kencan daring ini tampak sepakat bahwa model swipe yang populer selama satu dekade terakhir sudah tidak lagi relevan bagi pengguna muda.

Konteks Pasar dan Target Pengguna

Pergeseran strategi ini muncul di tengah kejenuhan pengguna terhadap aplikasi kencan tradisional. Bumble sebelumnya sudah menguji koneksi platonis lewat Bumble BFF, aplikasi untuk mencari teman, yang menunjukkan traksi positif di kalangan perempuan Gen Z.

Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa dengan aplikasi kencan, perubahan ini menandakan bahwa interaksi daring akan semakin mengarah pada pertemuan langsung. Plans sendiri masih dalam tahap uji coba awal, dan belum ada informasi mengenai ketersediaannya di pasar Asia Tenggara.

Pengguna yang merasa lelah dengan siklus swipe tanpa henti bisa menjadi target utama dari arah baru Bumble ini. Namun, keberhasilan strategi ini masih bergantung pada seberapa cepat perusahaan bisa meyakinkan pengguna untuk pindah dari kebiasaan lama ke model interaksi yang lebih disengaja.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks