Pencarian

Baterai Silikon Karbon Mulai Dipakai HP Flagship, Samsung Galaxy Z Fold Ikut Beralih

Minggu, 02 Agustus 2026 • 00:21:01 WIB
Baterai Silikon Karbon Mulai Dipakai HP Flagship, Samsung Galaxy Z Fold Ikut Beralih
Samsung resmi mengadopsi baterai silikon karbon pada lini flagship lipatnya, menandai pergeseran standar industri baterai ponsel global.

KEPULAUAN RIAU — Kabar ini menegaskan pergeseran standar industri baterai ponsel. Setelah vivo, Xiaomi, dan OPPO lebih dulu memakainya di pasar China, Samsung kini menjadi pabrikan global pertama yang membawa teknologi silikon karbon ke lini flagship lipatnya.

Mengapa Baterai Silikon Karbon Berbeda dari Baterai Lithium Biasa

Baterai lithium-ion konvensional menggunakan grafit sebagai material anoda. Silikon karbon menggantikan grafit tersebut karena secara teoritis mampu menyimpan ion lithium hingga 10 kali lebih banyak per gramnya.

Artinya, pabrikan bisa mengejar dua hal sekaligus: kapasitas mAh yang lebih besar tanpa menambah ketebalan, atau mempertahankan kapasitas yang sama dengan bodi yang jauh lebih tipis. Ini krusial untuk HP lipat yang punya batasan fisik ketat.

Dampak ke Galaxy Z Fold dan HP Lipat Lainnya

Untuk kategori HP lipat, kehadiran silikon karbon adalah terobosan. Sebelumnya, baterai 4.400 mAh saja sudah membuat bobot perangkat terasa berat. Dengan material baru ini, kapasitas 5.000 mAh bisa dicapai tanpa menambah bobot signifikan.

Bagi pengguna Indonesia yang akrab dengan HP lipat, ini berarti perangkat flagship tidak lagi harus memilih antara layar besar dan daya tahan seharian penuh. Generasi Z Fold terbaru diklaim bisa bertahan lebih lama untuk multitasking berat, menonton video, atau penggunaan kamera.

Adopsi di Pasar China Menjadi Katalis

Lonjakan adopsi di ekosistem ponsel China menjadi pendorong utama. Pabrikan seperti Xiaomi dan vivo telah membuktikan kelayakan produksi massal teknologi ini sejak 2023. Rantai pasok material pun kini lebih matang, menekan biaya produksi secara bertahap.

Keputusan Samsung untuk ikut serta mempercepat normalisasi teknologi ini di pasar global, termasuk Indonesia. Konsumen lokal bisa berharap teknologi serupa merambah ke lini harga menengah dalam 1-2 tahun ke depan.

Catatan Penting Sebelum Membeli

Meski menjanjikan, silikon karbon bukan solusi instan. Siklus hidup baterai jenis ini masih perlu diverifikasi dalam pemakaian jangka panjang. Pengisian cepat tetap menjadi faktor penentu keausan sel baterai, terlepas dari material anodanya.

Yang jelas, lanskap baterai ponsel mulai bergeser. Grafit perlahan ditinggalkan, dan silikon karbon menjadi standar baru yang patut diperhitungkan untuk keputusan pembelian HP flagship berikutnya.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks