Pencarian

Dinas Koperasi Batam Ubah Strategi Pembinaan UMKM, Fokus Pendampingan Usaha dan Siapkan Jalan Ekspor ke Singapura

Minggu, 02 Agustus 2026 • 19:54:31 WIB
Dinas Koperasi Batam Ubah Strategi Pembinaan UMKM, Fokus Pendampingan Usaha dan Siapkan Jalan Ekspor ke Singapura
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menyampaikan strategi baru pembinaan UMKM di kantornya, Batam.

BATAM — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam tidak lagi hanya diberikan pelatihan seremonial. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam kini menerjunkan konsultan untuk memantau perkembangan usaha peserta secara langsung, mulai dari tingkat keaktifan hingga pertumbuhan omzet penjualan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan pendampingan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah diikuti sekitar 300 pelaku UMKM. Sebanyak 150 orang telah mengikuti pelatihan inovasi produk, dan 150 lainnya menempuh pelatihan pemasaran digital.

"Naik kelas itu tidak langsung dari kecil menjadi besar atau dari mikro menjadi kecil. Tapi secara bertahap," kata Salim, baru-baru ini.

Omzet Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Pembinaan

Para konsultan yang dilibatkan bertugas mengevaluasi dampak pelatihan terhadap usaha peserta. Penilaian tidak hanya dilihat dari kemampuan membuat produk baru, tetapi juga dari data penjualan yang dicatat setelah pelatihan berlangsung.

"Omzetnya juga dilihat, dinilai. Dari sekarang dapat berapa omzetnya, dari jualannya, produknya, apakah ada peningkatan," ujarnya.

Salim mencontohkan, pelaku UMKM yang awalnya hanya memproduksi satu jenis produk kini didorong untuk menciptakan variasi. Tujuannya agar nilai tambah produk meningkat dan daya saing di pasar lebih kuat.

Biaya Kirim Jadi Hambatan Perluas Pasar

Di tengah upaya pengembangan usaha, pelaku UMKM Batam masih menghadapi kendala struktural, yakni tingginya biaya pengiriman barang keluar daerah. Kondisi ini menjadi ironi bagi Batam yang berstatus kawasan perdagangan bebas (FTZ).

Salim menjelaskan, kemudahan yang diberikan FTZ lebih berpihak pada barang yang masuk ke Batam. Sebaliknya, produk UMKM yang dikirim keluar kota harus memenuhi sejumlah ketentuan yang membuat ongkos distribusi membengkak.

"Kita di Batam ini kalau keluar susah. Di satu sisi kelebihannya ada Batam ini, tapi di sisi lain itu membatasi UMKM kita," ungkapnya.

Persoalan tersebut, lanjut Salim, telah disampaikan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk dicarikan solusi. Tanpa terobosan kebijakan, produk UMKM lokal akan sulit bersaing di pasar nasional.

Singapura Jadi Sasaran Pasar Ekspor

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dinas Koperasi mulai menjajaki pasar internasional. Pihaknya berkoordinasi dengan lembaga pemerintah yang menangani fasilitasi ekspor guna memberikan pendampingan prosedural bagi pelaku usaha potensial.

Singapura menjadi salah satu negara yang disasar untuk pengembangan pasar. Pemerintah juga telah mempertemukan pelaku UMKM dengan calon investor untuk membuka peluang kerja sama.

"Kadang-kadang ada beberapa pelaku mikro kita yang diarahkan. Mereka difasilitasi dan dibantu bila ada pelaku UMKM kita yang mau ekspor," kata Salim.

Strategi ini diharapkan menjadikan pemasaran digital tidak hanya meningkatkan penjualan di Batam, tetapi juga menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar nasional dan internasional. Pendampingan akan terus berlanjut setelah pelatihan selesai untuk memastikan pelaku usaha mampu mengatasi kendala saat produk mulai dipasarkan lebih luas.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: batampos.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks