Pencarian

Curah Hujan Tinggi Tekan Produksi, Laba ITMG Susut 16% di Kuartal I-2026

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:35:31 WIB
Curah Hujan Tinggi Tekan Produksi, Laba ITMG Susut 16% di Kuartal I-2026
Curah hujan tinggi menekan produksi batu bara ITMG pada kuartal I-2026.

KEPULAUAN RIAU — Manajemen ITMG buka suara soal kinerja keuangan yang baru saja dirilis. Sekretaris Perusahaan ITMG Monika I. Krisnamurti memastikan laporan keuangan interim periode Q2-2026 saat ini tengah menjalani penelaahan terbatas oleh Akuntan Publik.

"Penelaahan terbatas merupakan pelaksanaan atas aspek transparansi, sesuai kebijakan perseroan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik," ujar Monika dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026).

Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen perseroan menjaga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, bukan sekadar formalitas.

Produksi Tergerus Curah Hujan, Harga Jual Ikut Melemah

Tantangan operasional menghantam emiten batu bara ini sejak awal tahun. Curah hujan yang tinggi di wilayah tambang membuat produksi batu bara ITMG pada kuartal I-2026 merosot menjadi 4,7 juta ton, turun dari 5,3 juta ton pada kuartal I-2025.

Pelemahan juga terjadi di sisi harga. Rata-rata harga jual batu bara (ASP) turun ke level US$79 per ton dari sebelumnya US$82 per ton. Kombinasi dua faktor inilah yang menekan margin dan membuat laba bersih tergerus 16% secara tahunan.

Namun, ada sisi lain yang menarik. Volume penjualan justru tumbuh 6% yoy menjadi 6,3 juta ton. Lonjakan ini menjadi penyelamat pendapatan perusahaan di tengah tekanan harga.

Setoran ke Negara Ikut Membesar

Kenaikan volume penjualan batu bara ternyata berdampak langsung pada penerimaan negara. Royalti yang disetorkan ITMG ke pemerintah naik 9% yoy menjadi US$58 juta pada kuartal I-2026.

Beban pajak penghasilan juga ikut membengkak menjadi US$26 juta, melonjak dari US$19 juta pada periode yang sama tahun lalu. Artinya, meski laba bersih turun, kontribusi ITMG ke kas negara justru semakin besar seiring meningkatnya aktivitas penjualan.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan perseroan naik 5% yoy seiring volume penjualan yang lebih tinggi. Sementara pendapatan keuangan tercatat turun tipis ke US$9 juta.

Kinerja di Tengah Normalisasi Harga Batu Bara

Kinerja ITMG pada kuartal pertama 2026 ini mencerminkan kondisi industri batu bara yang tengah beradaptasi dengan normalisasi harga setelah periode boom. Koreksi harga jual rata-rata menjadi tantangan utama bagi seluruh emiten tambang, namun ITMG mengandalkan volume untuk menjaga top line.

Dengan produksi yang sempat terganggu cuaca, manajemen dipastikan akan berupaya mengejar ketertinggalan produksi di kuartal-kuartal berikutnya. Investor kini menanti apakah perseroan mampu mempertahankan momentum penjualan sepanjang tahun sambil mengelola biaya operasional di tengah dinamika harga global.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks