KEPULAUAN RIAU — Pasar motor bekas Indonesia menyimpan banyak pilihan irit bahan bakar dengan harga mulai Rp3,5 juta, dari skutik 110 cc hingga bebek dan matik 125 cc. Populasi unit yang melimpah membuat pembeli punya ruang lebar memilih merek, tipe, dan kondisi sesuai budget. Berikut rekomendasi lengkap beserta kisaran harganya di pasaran.
Membeli motor bekas untuk mobilitas harian tidak selalu berarti mengorbankan efisiensi bahan bakar. Sejumlah model lama yang masih banyak beredar justru dikenal hemat BBM dan murah dirawat karena konstruksinya sederhana.
Daftar berikut disusun dari model-model yang paling sering muncul di pasaran bekas Tanah Air, lengkap dengan rentang harga yang lazim ditemui.
1. Honda BeAT eSP
Skutik ini jadi pilihan paling gampang untuk kebutuhan harian. Bobotnya ringan dan dimensinya kecil, sehingga lincah melewati jalan perkotaan yang padat.
Mesin 110 cc-nya tidak menuntut banyak bahan bakar untuk perjalanan jarak dekat seperti berangkat kerja atau kuliah. Unit tahun 2016–2018 dibanderol Rp8,5 juta sampai Rp10,5 juta di pasar bekas.
2. Yamaha Mio M3 125
Buat yang ingin matik murah tanpa turun ke kapasitas 110 cc, Mio M3 125 masuk hitungan. Karakternya ringan dan tidak perlu tenaga besar untuk bergerak di dalam kota.
Mesin 125 cc tergolong efisien untuk pemakaian santai. Unit 2015–2018 bisa ditemukan di kisaran Rp5,5 juta hingga Rp8,5 juta, masuk akal bagi pemilik budget terbatas.
3. Honda Vario 125
Vario 125 cocok kalau BeAT terasa terlalu kecil tetapi pengeluaran BBM tetap ingin ditekan. Mesin 125 cc memberi tenaga cukup, sementara posisi berkendaranya nyaman untuk pemakaian rutin.
Pilihan unit di pasar bekas cukup banyak. Untuk keluaran 2013–2015, harganya berada di kisaran Rp6 juta sampai Rp8,5 juta.
4. Suzuki Nex II
Nex II menawarkan usia unit yang tidak terlalu tua dengan harga tetap murah. Karakternya ringan dan sederhana, membantu saat dipakai harian di tengah lalu lintas kota.
Mesin 115 cc tidak membutuhkan konsumsi BBM besar untuk aktivitas rutin. Unit tahun 2018–2020 masih bisa ditemukan di kisaran Rp6,5 juta sampai Rp8,5 juta.
5. Honda BeAT Karbu
Bagi yang benar-benar mengejar harga murah, BeAT karburator masih punya tempat. Usianya sudah tua, tetapi mesin kecil dan bobot ringan membuat konsumsi BBM tetap jadi keunggulan.
Model ini sederhana sehingga biaya perawatan lebih mudah ditekan selama kondisi unit sehat. Harganya mulai sekitar Rp3,5 juta sampai Rp6 juta, tergantung tahun dan kondisi.
6. Yamaha Mio S
Mio S jadi alternatif ketika ingin matik yang relatif lebih muda tetapi tetap hemat. Desainnya masih relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Mesin 125 cc Blue Core memberi keseimbangan antara tenaga dan konsumsi BBM. Karakternya lebih pas untuk berkendara santai di kota. Harga unit bekasnya kini lebih terjangkau dibanding beberapa tahun lalu.
7. Honda Revo
Motor bebek ini masuk daftar karena mesinnya dikenal bandel dan hemat. Kapasitas mesin kecilnya membuat konsumsi BBM tetap rendah untuk perjalanan harian.
Biaya perawatan relatif ringan karena konstruksi dan suku cadangnya mudah didapat. Harga unit bekasnya berada di rentang bawah pasar, cocok untuk kendaraan operasional.
8. Yamaha Jupiter Z
Bebek 110 cc ini masih banyak dicari karena keiritannya dan kemudahan perawatan. Bobotnya ringan sehingga tidak boros bahan bakar untuk pemakaian jarak dekat maupun menengah.
Populasi unit di pasaran cukup besar, memberi pembeli lebih banyak pilihan kondisi dan tahun keluaran.
9. Honda Supra X 125
Supra X 125 dikenal sebagai bebek yang tahan lama dengan konsumsi BBM efisien. Mesin 125 cc-nya memberi tenaga cukup untuk mobilitas harian tanpa menguras tangki.
Suku cadangnya melimpah dan murah, salah satu alasan model ini tetap jadi incaran di pasar bekas.
10. Yamaha Vega
Vega melengkapi daftar sebagai bebek murah yang irit. Mesin kecilnya pas untuk perjalanan pendek di dalam kota, dengan biaya perawatan yang bisa ditekan.
Unit bekasnya banyak beredar sehingga pembeli bisa lebih leluasa memilih sesuai budget dan kondisi.
Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli
Harga murah bukan satu-satunya pertimbangan. Periksa kondisi mesin, kelistrikan, dan rangka sebelum transaksi, terutama untuk unit berusia di atas satu dekade.
Pastikan juga dokumen seperti BPKB dan STNK lengkap serta sesuai dengan nomor rangka dan mesin. Untuk motor tua, cek ketersediaan suku cadang agar biaya perawatan tidak membengkak di kemudian hari.