BATAM — Operasi gabungan yang digelar BNN, Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan TNI AL berhasil memutus jalur penyelundupan narkoba terbesar tahun ini di perairan Kepulauan Riau. Sebanyak 65 karung berisi 1.300 bungkus teh China yang dikemas dalam kompartemen rahasia di dekat anjungan kapal ternyata menyimpan 1,3 ton ketamin murni.
Kepala BNN Komjenpol Suyudi Ario Seto menyebut nilai barang bukti tembus Rp 2,1 triliun. Dari jumlah itu, diperkirakan setidaknya 6,49 juta jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Modus Baru: Ketamin Cair Disusupkan ke Rokok Elektrik
Suyudi mengungkapkan, pola peredaran ketamin kini tidak lagi hanya berupa serbuk yang dihirup atau dicampur minuman. Sindikat mulai mengubah ketamin menjadi cairan sintetis yang kemudian dicampurkan ke dalam liquid vape atau rokok elektrik.
"Modus yang lebih mengkhawatirkan saat ini adalah modifikasi ketamin yang disintesis menjadi cairan dan disusupkan ke dalam liquid vape atau rokok elektrik sehingga sangat sulit untuk dideteksi," kata Suyudi dalam konferensi pers di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV, Batam, Minggu (9/8/2026).
Modus lain yang masih umum ditemukan adalah pemakaian sebagai campuran minuman yang dikenal dengan sebutan happy water serta dihirup langsung dalam bentuk serbuk.