BATAM — Tujuh kedeputian di lingkungan BP Batam kompak turun ke jalan dalam Pawai Pembangunan yang digelar Minggu (9/8/2026). Mereka tak sekadar berjalan kaki; sejumlah kendaraan dinas dihias untuk memperlihatkan peran nyata instansi tersebut di kawasan perdagangan bebas.
Mobil patroli dari Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan, unit pemadam kebakaran, hingga ambulans milik RSBP Batam menjadi daya tarik tersendiri di sepanjang rute pawai. Pakaian dinas khas masing-masing unit kerja dari tujuh kedeputian ikut mempertegas pesan bahwa pelayanan publik adalah prioritas utama.
Sinergi Lintas Instansi di Hari Kemerdekaan
Keikutsertaan BP Batam dalam pawai ini bukan tanpa alasan. Momen HUT ke-81 RI dimanfaatkan untuk menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang menyambut langsung rangkaian pawai bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa kemeriahan ini adalah momentum strategis. “Semangat kemerdekaan harus terus kita maknai dengan menjaga persatuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya di Dataran Engku Hamidah.
Menurut Amsakar, pembangunan Batam tidak akan berkelanjutan tanpa adanya kebersamaan dari seluruh elemen. Ia menilai pawai pembangunan menjadi wadah tepat untuk merawat semangat kolektif tersebut.
Harapan untuk Batam yang Lebih Maju dan Nyaman
Senada dengan Amsakar, Li Claudia Chandra melihat gelaran ini sebagai energi positif bagi masyarakat. Ia berharap semarak peringatan kemerdekaan mampu memicu kontribusi nyata untuk daerah.
“Melalui semangat kemerdekaan ini, mari kita terus menjaga kekompakan, memberikan kontribusi terbaik, dan bersama-sama menciptakan Batam yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Pawai Pembangunan tahun ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Pemko Batam, sekolah, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, perbankan, paguyuban, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) turut memeriahkan acara.
Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembangunan Batam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat yang menginginkan kemajuan berkelanjutan bagi kota industri tersebut.