KEPULAUAN RIAU — Partisipasi Yayasan Astra di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bukan sekadar pameran booth. Lewat tema "Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif", mereka memaparkan sinergi Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ASTRAtech yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8), dalam rangkaian acara hingga 9 Agustus.
Omzet Rp34,96 Miliar: Bukti UMKM Naik Kelas jadi Pemasok Tier 1
PT Arkha Industries Indonesia menjadi contoh konkret bagaimana pendampingan konsisten mengubah skala usaha. Sejak dibina pada 2022, fokus peningkatan Quality, Cost, Delivery (QCD) mendorong perusahaan ini menjadi pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).
Angka pertumbuhannya signifikan. Omzet yang semula di bawah Rp2 miliar per tahun, kini menembus Rp34,96 miliar pada 2025. Jumlah tenaga kerja juga bertambah menjadi 221 orang.
"Keberhasilan Arkha membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten mampu mendorong UMKM naik kelas dan memenuhi standar tinggi industri otomotif nasional," ujar Ketua Pengurus Yayasan Astra–YDBA, Rahmat Samulo.
Kunjungan Menteri dan Dukungan Rantai Pasok Nasional
Booth Yayasan Astra menerima kunjungan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita. Kehadiran dua pejabat negara ini menjadi sinyal penguatan kolaborasi antara industri, pendidikan vokasi, dan pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor otomotif nasional.
Sinergi yang diusung Yayasan Astra memang dirancang untuk memperkuat rantai pasok industri. Pembinaan UMKM manufaktur menjadi tulang punggung, sementara ASTRAtech menyiapkan talenta vokasi yang siap pakai.
ASTRAtech dan Standar Meister Jerman untuk SDM Otomotif
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, ASTRAtech mengintegrasikan proses belajar di kampus dengan pengalaman langsung di industri lewat sistem pembelajaran Dual System. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata sejak masa perkuliahan.
Program unggulannya, Bachelor Professional Automotive Mechatronics, menerapkan standar Meister Jerman. Kerja sama dijalin dengan HWK Koblenz, ZDK Jerman, dan AHK-EKONID untuk memastikan kurikulumnya relevan dengan kebutuhan industri.
"Kolaborasi erat dengan industri memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sejak masa perkuliahan sehingga siap menjawab kebutuhan industri," kata Direktur ASTRAtech Henri Paul.
Hasilnya terlihat pada alumni seperti Wisnu Prasetyo. Setelah mengikuti Program Astra Meister, ia kini menjabat Workshop Supervisor di PT Astra International Tbk – BMW Sales Operation.
Menakar Dampak bagi Industri Otomotif
Kehadiran Yayasan Astra di GIIAS 2026 menegaskan bahwa ekosistem otomotif yang kuat tidak hanya ditopang pabrikan besar. Pembinaan UMKM yang konsisten mampu menciptakan pemasok komponen berkelas global, sementara pendidikan vokasi berstandar internasional menjamin ketersediaan teknisi handal.
Kombinasi ini menjadi fondasi bagi industri otomotif nasional yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan, sejalan dengan target pemerintah memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri dalam negeri.