Pencarian

Kopi Gerobak Rp 10 Ribu Ubah Budaya Ngopi di Tanjungpinang dan Bintan, Mantan Honorer RSUD Jual Mobil Demi Buka Usaha

Senin, 03 Agustus 2026 • 21:51:31 WIB
Kopi Gerobak Rp 10 Ribu Ubah Budaya Ngopi di Tanjungpinang dan Bintan, Mantan Honorer RSUD Jual Mobil Demi Buka Usaha
Herri Wijaya meracik kopi di gerobaknya setelah meninggalkan profesi honorer untuk fokus mengembangkan usaha KopiWay ID di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Secangkir kopi dengan harga Rp 10 ribu kini menjadi pemandangan umum di Pulau Bintan. Kemunculan puluhan gerobak kopi dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya menawarkan alternatif menikmati kopi yang lebih murah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Herri Wijaya merupakan salah satu nama yang berada di balik geliat usaha ini. Keputusan berani diambilnya dengan meninggalkan status sebagai pegawai honorer di sebuah rumah sakit demi fokus merintis bisnis KopiWay ID.

Modal dari Penjualan Mobil Pribadi

Untuk memulai usahanya, Herri mengaku menjual mobil pribadinya. Langkah ini diambilnya sebagai bentuk komitmen serius terhadap bisnis kopi gerobak yang dinilainya memiliki prospek menjanjikan di Kepulauan Riau.

“Saya melihat potensi pasar yang besar karena masyarakat di sini memang dekat dengan budaya ngopi,” ujarnya saat ditemui di kedainya.

Dampak Ekonomi: Ratusan Lapangan Kerja Baru

Pertumbuhan kopi gerobak tidak hanya mengubah cara pandang masyarakat terhadap harga secangkir kopi, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Model usaha yang sederhana dan modal relatif ringan dinilai menjadi pintu masuk bagi banyak orang untuk berwirausaha.

Fenomena ini menjadi angin segar di tengah lesunya sektor usaha lain. Kehadiran gerobak-gerobak kopi di pinggir jalan, perkantoran, hingga area permukiman turut menggerakkan ekonomi mikro di Tanjungpinang dan Bintan.

Bagaimana Kopi Gerobak Bertahan di Tengah Persaingan?

Meski tumbuh pesat, bisnis ini bukannya tanpa tantangan. Persaingan antar pedagang semakin ketat seiring menjamurnya pemain baru di lokasi yang sama. Para pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi dalam hal rasa, pelayanan, dan strategi pemasaran agar konsumen tidak berpaling ke kedai lain.

Ke depan, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada kemampuan para peracik kopi menjaga kualitas dan membangun loyalitas pelanggan di tengah gempuran bisnis serupa.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hariankepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks