TANJUNGPINANG — RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) menargetkan kembali meraih predikat Akreditasi Paripurna pada penilaian ulang yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026. Dalam proses menuju penilaian tersebut, manajemen rumah sakit rujukan regional Kepri ini menggelar forum konsultasi publik untuk menjaring aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Forum yang berlangsung di Tanjungpinang pada Jumat (31/7/2026) itu dihadiri langsung oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Bobby Jayanto. Komisi yang membidangi Kesehatan, Pendidikan, dan Sosial ini menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan mutu layanan RSUD RAT.
Catatan Reses: Telemedicine dan Digitalisasi Layanan Jadi Prioritas
Bobby Jayanto menyampaikan, pihaknya menerima sejumlah aspirasi masyarakat saat masa reses yang kemudian dibawa ke forum ini. Salah satu yang paling disorot adalah penguatan jejaring rujukan, khususnya untuk pasien dari daerah kepulauan.
"Diperlukan penguatan telemedicine dan koordinasi dengan Puskesmas di daerah kepulauan agar pasien tidak terkendala biaya dan waktu," ujarnya di hadapan manajemen RSUD RAT.
Selain itu, digitalisasi layanan juga menjadi perhatian. Aplikasi "24 Krat Aja" dan pendaftaran online dinilai telah banyak membantu masyarakat, namun sosialisasi dinilai belum optimal hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Komisi IV Siap Kawal Pemenuhan Dokter Spesialis dan Fasilitas
Persoalan sumber daya manusia dan sarana prasarana juga tak luput dari pembahasan. Komisi IV DPRD Kepri berkomitmen mengawal pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang masih kurang, serta penambahan fasilitas penunjang seperti kursi tunggu bagi pasien dan keluarga.
"Komisi IV siap menjadi jembatan antara RSUD, pemerintah provinsi, dan masyarakat. Kami berharap masukan hari ini menjadi bahan evaluasi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan paripurna bagi masyarakat Kepri," tutup Bobby Jayanto.
Sementara itu, Direktur RSUD RAT, dokter Bambang Utoyo, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah nyata manajemen dalam menjadikan suara masyarakat sebagai bagian penting dari proses evaluasi mutu layanan.
"Forum ini sebagai salah satu langkah sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat," kata Bambang Utoyo.
Forum Konsultasi Publik ini turut dihadiri sejumlah institusi, antara lain perwakilan RSAL Dr Midiyoto, Jasa Raharja, LAM Kepri, LAM Tanjungpinang, serta sejumlah yayasan kesehatan dan perguruan tinggi di Tanjungpinang.