Pencarian

Bupati Natuna Pimpin Satgas Karhutla, 20 Hektare Lahan Terbakar sejak Agustus 2026

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:31:01 WIB
Bupati Natuna Pimpin Satgas Karhutla, 20 Hektare Lahan Terbakar sejak Agustus 2026
Bupati Natuna Cen Sui Lan memimpin rapat Satgas Karhutla yang dibentuk pada 26 Agustus 2026.

Pemkab Natuna membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) pada 26 Agustus 2026 yang dikomandoi langsung Bupati Cen Sui Lan, melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BMKG, hingga PDAM. Pembentukan satgas dilakukan setelah titik panas bermunculan sejak pekan kedua Agustus dan kebakaran menghanguskan lebih dari 20 hektare lahan. Satgas ini juga menangani dampak kekeringan, termasuk distribusi air bersih ke warga.

NATUNA — Fenomena El Nino yang membuat curah hujan di Kabupaten Natuna menurun sejak Agustus 2026 memicu dua persoalan sekaligus: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis pasokan air bersih. Lahan terbuka yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi dan menjadi sumber pakan ternak mulai mengering, mempercepat penyebaran api di sejumlah titik.

Memasuki pekan kedua Agustus 2026, titik panas mulai bermunculan. Hingga akhir Agustus, kebakaran telah menghanguskan lahan dengan luas total lebih dari 20 hektare.

Satgas Gabungan dari TNI hingga PDAM

Pemkab Natuna membentuk Satgas Karhutla pada 26 Agustus 2026 dengan Bupati Cen Sui Lan sebagai komandan. Satgas melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BMKG, KPHP, Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, perangkat daerah, dan masyarakat.

Para pimpinan instansi ditempatkan pada bidang yang telah ditentukan, mulai dari perencanaan dan keuangan, administrasi umum dan posko, operasi udara, operasi darat, hingga penyediaan air bersih. Struktur itu juga mencakup penyelamatan, evakuasi dan transportasi, data dan informasi, kesehatan, logistik dan peralatan, serta pencegahan dan penegakan hukum.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Zulheppy mengatakan setiap instansi memiliki peran masing-masing. Personel dari berbagai unsur dapat turun langsung membantu pemadaman dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki.

"Pembentukan satgas membuat setiap unsur memiliki gambaran lebih jelas mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing," kata Zulheppy.

Menurut dia, kekuatan personel dan peralatan dapat dipetakan sejak awal sehingga respons terhadap kebakaran bisa dilakukan lebih cepat.

Debit Air Gunung Ranai Merosot Tinggal 30 Persen

Ancaman kekeringan tidak berhenti pada munculnya api. Ketika hujan jarang turun, pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari ikut berkurang. Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna mengerahkan mobil tangki ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan atas perintah Bupati Cen Sui Lan.

Direktur PDAM Natuna Zaharuddin menyebut pihaknya memiliki dua sumber air, yakni penampungan Gunung Ranai dan Bukit Berangin. Debit air di penampungan Gunung Ranai merosot hingga tinggal 30 persen, sementara debit air di Bukit Berangin berada di kisaran 60 persen.

Bantuan air menjadi penting karena masyarakat tetap membutuhkan air untuk minum, memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Asap Selimuti Natuna, Belajar Tatap Muka Dihentikan

Kualitas udara yang menurun membuat jarak pandang di sejumlah wilayah berkurang. Bupati Cen Sui Lan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan menggantinya dengan belajar dari rumah (BDR) di Pulau Serasan sejak akhir Agustus 2026.

Kebijakan itu berlanjut hingga pekan ketiga September, meskipun PTM sempat kembali diterapkan ketika kondisi udara membaik. Penurunan kualitas udara pada periode tersebut tidak hanya dipengaruhi karhutla di Natuna. Pemerintah daerah menduga asap juga berasal dari kebakaran di wilayah lain, salah satunya Kalimantan.

Gunung Ranai di Kecamatan Bunguran Timur yang biasanya terlihat dari kejauhan perlahan menghilang di balik kabut asap. Aktivitas masyarakat di luar ruangan harus dikurangi, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara yang buruk.

Penanganan kekeringan berjalan beriringan dengan penanggulangan karhutla. Pemerintah harus mencegah api meluas sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks