KEPULAUAN RIAU — Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia lewat adu penalti 2-4 di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua algojo Thailand gagal menuntaskan tugasnya, tapi pelatih Anthony Hudson menolak menyalahkan pemainnya.
Kekalahan di partai puncak bukan pertama kali dialami Thailand sepanjang 2026. Sebelum tumbang dari Indonesia, Tim Gajah Perang juga dikalahkan Vietnam dalam perebutan juara Piala AFF.
Anthony Hudson angkat bicara usai laga. Pelatih asal Selandia Baru itu mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang tampil spartan, terutama setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-80.
Thailand kehilangan Nicholas Mickelson akibat kartu merah di menit ke-80. Bermain dengan 10 pemain, tim tamu tetap mampu memaksa Indonesia bermain imbang 1-1 hingga akhir babak pertama dan 2-2 sampai extra time.
Kondisi itu membuat para pemain Thailand kelelahan setelah 120 menit berlari. Hudson menyebut anak asuhnya tampil di luar batas kemampuan normal.
"Saya sangat kecewa, tetapi saya harus mengatakan bahwa saya bangga dengan para pemain saya atas semua yang mereka lakukan dalam pertandingan ini. Para pemain Thailand kelelahan setelah 120 menit, sebagian besar bermain dengan 10 pemain," kata Hudson, dilansir dari The Thao Online.
Dua algojo Thailand gagal menyarangkan bola ke gawang Emil Audero. Percobaan Sarach Yooyen membentur tiang gawang, sementara tembakan Nattapong Sayriya bisa ditepis kiper Indonesia tersebut.
Hudson menolak menyalahkan keduanya. Menurutnya, adu penalti adalah momen yang tidak bisa diprediksi siapa pun.
"Adu penalti seperti sebuah perjudian; tidak ada yang bisa disalahkan, apakah mereka mencetak gol atau tidak. Sarn dan Nattapong bermain sangat baik. Kami tidak akan sampai sejauh ini tanpa mereka," tegasnya.
Hasil di Jakarta menambah daftar duka Thailand sepanjang tahun ini. Dua kali melaju ke partai puncak, dua kali pula mereka pulang dengan tangan kosong.
Bagi Indonesia, kemenangan 4-2 dalam adu penalti memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Gelora Bung Karno menjadi saksi bagaimana tuan rumah menuntaskan ambisi juara di hadapan pendukung sendiri.
Thailand kini harus membenahi skuad untuk menghadapi agenda berikutnya. Sementara Hudson, meski kecewa, memilih menutup turnamen dengan kepala tegak dan penghormatan penuh untuk para pemainnya.