KEPULAUAN RIAU — Pemerintah Afrika Selatan menaikkan harga bahan bakar mulai Rabu (7/10) menyusul lonjakan harga minyak dunia dan kekurangan pasokan. Bensin naik 3,12-3,33 rand (sekitar Rp3.359-Rp3.585) per liter, sementara solar, minyak tanah, dan LPG juga mengalami penyesuaian. Kementerian Sumber Daya Mineral dan Perminyakan mengumumkan kebijakan ini pada Senin (5/10).
Kementerian Sumber Daya Mineral dan Perminyakan Afrika Selatan menyatakan penyesuaian harga berlaku untuk seluruh kategori bahan bakar minyak yang dijual di dalam negeri. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah mengevaluasi sejumlah faktor lokal dan internasional yang memengaruhi biaya pengadaan energi.
Bensin menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi dalam penyesuaian kali ini. Berikut daftar lengkap perubahan harga yang berlaku mulai 7 Oktober 2026:
Rentang angka pada bensin dan solar menunjukkan perbedaan harga antarwilayah di Afrika Selatan. Pemerintah setempat menerapkan mekanisme harga zona yang mempertimbangkan biaya distribusi dari pelabuhan utama ke masing-masing provinsi.
Kementerian menyebut keputusan ini sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak mentah di pasar global dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak yang melanda sejumlah wilayah. Kedua faktor itu menekan biaya impor dan memperlebar selisih antara harga jual eceran dengan biaya pengadaan.
"Menteri Sumber Daya Mineral dan Perminyakan dengan ini mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar berdasarkan sejumlah faktor lokal dan internasional saat ini, yang berlaku mulai 7 Oktober 2026," demikian pernyataan kementerian tersebut.
Afrika Selatan masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan bakar olahannya, sehingga pergerakan harga minyak mentah global langsung terasa di tingkat eceran. Pelemahan nilai tukar rand terhadap dolar AS turut memperbesar tekanan biaya.
Kenaikan ini menambah beban pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha angkutan di Afrika Selatan. Operator taksi angkutan umum dan perusahaan logistik biasanya paling cepat merespons perubahan harga solar karena bahan bakar menjadi komponen biaya terbesar mereka.
Minyak tanah masih dipakai sebagian rumah tangga berpenghasilan rendah untuk memasak dan pemanas, terutama di permukiman yang belum tersambung jaringan listrik atau gas pipa. Kenaikan 3,58-4,77 rand per liter pada komoditas ini berpotensi mendorong kenaikan biaya hidup di kelompok tersebut.
Pemerintah Afrika Selatan menetapkan penyesuaian harga bahan bakar secara berkala, umumnya setiap bulan, dengan mengacu pada rata-rata harga minyak mentah dan nilai tukar pada periode sebelumnya. Pengumuman resmi biasanya diterbitkan beberapa hari sebelum tanggal berlaku agar pengecer dan konsumen bisa menyesuaikan diri.