DEN Dorong Pembangunan Penyimpanan BBM di Kepri, Karimun Jadi Lokasi Berikutnya

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32:02 WIB
Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi mendorong pembangunan fasilitas penyimpanan BBM baru di Kepulauan Riau.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi mendorong pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak baru di Provinsi Kepulauan Riau untuk memperkuat cadangan energi di luar kebutuhan operasional harian. Kepri dinilai punya potensi besar karena memiliki banyak pulau kecil yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi storage. Saat ini baru ada satu fasilitas penyimpanan yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

TANJUNGPINANG — Kholid menyampaikan dorongan tersebut saat berada di Tanjungpinang. Ia menekankan bahwa fasilitas penyimpanan di luar cadangan operasional menjadi kunci untuk meningkatkan ketahanan energi dalam negeri.

"Kalau ingin meningkatkan energi, kita harus punya fasilitas penyimpanan BBM di luar cadangan operasional," kata Kholid.

Satu Storage Beroperasi, Karimun Menyusul dengan Investor Dubai

Fasilitas penyimpanan yang sudah beroperasi di Kepri dikelola PT Pertamina dan berlokasi di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. DEN mendorong storage tersebut disewakan kepada pemerintah untuk keperluan penyimpanan cadangan energi.

Selain di Bintan, pembangunan storage juga direncanakan di Kabupaten Karimun dalam waktu dekat. Proyek itu akan melibatkan investor luar negeri asal Dubai.

Menurut Kholid, storage bisa dibangun oleh pemerintah maupun swasta. Namun ia menilai idealnya dibangun pemerintah agar kendali penuh berada di tangan negara, misalnya ketika terjadi kelangkaan BBM, cadangan yang tersimpan bisa langsung dilepas.

Butuh Rp47 Triliun untuk Cadangan Setara 30 Hari

Kholid mengakui kondisi fiskal saat ini membuat pemerintah tidak mudah membangun storage sendiri. Sebab, anggaran yang dibutuhkan relatif besar.

Untuk kapasitas penyimpanan BBM setara 30 hari, diperlukan anggaran sekitar Rp47 triliun. Karena itu, berbagai opsi dan model pembangunan disiapkan, termasuk berkolaborasi dengan swasta.

"Maka itu ada berbagai opsi dan model pembangunan storage, termasuk berkolaborasi dengan swasta. Jadi yang bangun swasta lalu disewakan ke pemerintah," ujar dia.

Kapasitas Cadangan Indonesia 21-25 Hari, Singapura 60 Hari

Kholid membandingkan kapasitas penyimpanan BBM Indonesia dengan negara tetangga. Singapura memiliki fasilitas storage dengan kapasitas setara 60 hari, sementara Indonesia berada di kisaran 21 sampai 25 hari.

Negara-negara maju umumnya memiliki kapasitas penyimpanan cadangan BBM sekitar 90 hari. Dengan kapasitas sebesar itu, ketika terjadi gangguan pasokan energi, suatu negara masih bisa bertahan paling tidak tiga bulan.

"Minyak yang dibor itu tidak semuanya untuk kebutuhan konsumsi harian, tapi juga digunakan buat menjaga energi, yang kemudian dilepas dalam kondisi krisis BBM atau darurat energi," demikian Kholid.

DEN berharap pembangunan storage di Karimun segera terealisasi sebagai upaya meningkatkan ketahanan cadangan energi nasional, khususnya di sektor BBM maupun minyak mentah.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top