BP Batam Optimalkan Pasokan Air dari Waduk Duriangkang Saat Volume Waduk Nongsa Menyusut Akibat Curah Hujan Minim

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 14:56:01 WIB
BP Batam mengoptimalkan pasokan air dari Waduk Duriangkang melalui interkoneksi jaringan untuk menjaga distribusi saat volume Waduk Nongsa menyusut akibat curah hujan minim.

BATAMBP Batam bergerak cepat mengantisipasi penyusutan volume Waduk Nongsa yang dipicu rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air. Kondisi ini berdampak pada kapasitas produksi IPAM Nongsa, namun BP Batam memastikan pasokan air ke pelanggan tetap aman melalui interkoneksi jaringan antarwaduk.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyatakan ketersediaan air bersih Kota Batam sangat bergantung pada sumber air baku waduk. Karena itu, seluruh sistem pelayanan terus dioptimalkan.

"BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas," ujarnya.

Pasokan Kawasan Nongsa Digital Park Tidak Bergantung pada Waduk Nongsa

Denny menjelaskan, Nongsa Digital Park (NDP) tidak sepenuhnya mengandalkan pasokan dari Waduk Nongsa. Pasokan utama kawasan tersebut justru berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sementara Waduk Nongsa berfungsi sebagai sumber penunjang.

"Meski volume waduk menurun, IPAM Nongsa tetap beroperasi," kata Denny menegaskan.

Untuk menjaga distribusi kepada pelanggan, BP Batam mengoptimalkan pasokan dari IPAM lain melalui sistem interkoneksi jaringan. Langkah ini dilakukan agar aliran air ke berbagai wilayah, termasuk Nongsa, tetap stabil dan fleksibel.

Bangun IPA Baru 50 Liter per Detik di Sei Ladi

Dalam jangka panjang, BP Batam tidak hanya mengandalkan waduk. Perusahaan pelat merah itu tengah memperluas jaringan pipa distribusi dan menambah kapasitas instalasi pengolahan air.

"Tahun ini, BP Batam membangun IPA baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi," sebut Denny.

Selain itu, BP Batam mulai mengembangkan sumber air baku alternatif di luar waduk dengan memanfaatkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini mengolah air laut menjadi air bersih untuk menambah pasokan.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih," tegasnya.

Penguatan interkoneksi antarwaduk juga terus dilakukan agar distribusi air ke seluruh wilayah Batam lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top