BATAM — Pemkot Batam mengawali proses validasi dengan mengumpulkan data guru dan tenaga kependidikan dari empat kecamatan. Hasil sementara menunjukkan komposisi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jauh lebih dominan dibandingkan pegawai negeri sipil (PNS), sebuah temuan yang menjadi perhatian utama dalam penataan sumber daya manusia pendidikan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar administrasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperoleh gambaran riil kondisi guru di lapangan. "Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, total 4.877 guru dan tenaga kependidikan berstatus ASN di lingkungan Pemkot Batam. Rinciannya, 1.778 orang berstatus PNS yang terdiri atas 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan. Sisanya, 3.099 orang berstatus PPPK dengan komposisi 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.
Untuk tahap awal, validasi telah menjangkau empat kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengungkapkan bahwa validasi digelar setelah menerima laporan dari sejumlah kepala sekolah. Hasil penelusuran awal menemukan ironi: jumlah guru secara keseluruhan besar, tetapi distribusinya tidak merata dan guru PNS yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan.
"Hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru cukup besar, tetapi komposisi PPPK lebih banyak. Sementara guru ASN yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan, sehingga sejumlah sekolah masih kekurangan tenaga pendidik," kata Li.
Data yang akurat mengenai status kepegawaian, persebaran guru, hingga masa pensiun dinilai krusial agar kebijakan yang diambil tidak meleset. Setelah proses pemutakhiran selesai, persoalan kebutuhan guru ini akan dibawa ke tingkat pusat.
"Setelah pemutakhiran selesai, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencari solusi pemenuhan tenaga pendidik di Batam," tegas Li Claudia Chandra.
Melalui pemutakhiran data ini, Pemkot Batam menargetkan pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di kota tersebut dapat berjalan berkelanjutan. Kebijakan pemenuhan guru ke depan diharapkan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan data valid dari lapangan.