BATAM — Sebanyak 95 penyandang disabilitas di Batam resmi mengikuti pelatihan kerja perdana yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Program ini merupakan langkah konkret pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja disabilitas yang selama ini masih rendah.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan pelatihan ini menjadi yang pertama kalinya digelar di Batam. "Ini pertama kali dilaksanakan di Batam, pelatihan untuk penyandang disabilitas," ujarnya.
Disnaker menyiapkan delapan bidang keterampilan yang disesuaikan dengan permintaan pasar kerja lokal. Peserta dapat memilih pelatihan tata boga yang diikuti 16 orang, salon kecantikan 15 orang, dan hidroponik buah dengan 23 peserta.
Bidang lainnya meliputi operator komputer yang diminati 18 peserta, barista UMKM 17 orang, serta housekeeping dan laundry dengan 16 peserta. Tersedia juga pelatihan pangkas rambut untuk 14 orang dan digital marketing yang diikuti 17 peserta.
Yudi menjelaskan bahwa regulasi mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan sedikitnya satu persen tenaga kerja penyandang disabilitas. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
"Kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus mendorong kesempatan kerja yang inklusif," kata Yudi. Pelatihan ini diharapkan menjadi solusi atas kesenjangan antara kewajiban hukum dan kesiapan calon tenaga kerja.
Dari total 136 peserta, 41 orang lainnya merupakan pendamping, termasuk anggota keluarga yang mendukung proses pelatihan. Para peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari fisik, sensorik, hingga motorik.
Sejumlah peserta terlihat mengikuti kegiatan menggunakan kursi roda maupun alat bantu jalan. Keterlibatan keluarga ini menjadi strategi untuk memastikan keberlanjutan keterampilan yang diperoleh bisa diterapkan di rumah atau tempat usaha baru.
Ketua Tim Bidang Tenaga Kerja Disabilitas Kementerian Ketenagakerjaan Asrian Darma Saputra mengapresiasi langkah Pemkot Batam. Ia menilai Batam termasuk daerah yang aktif memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata untuk mewujudkan kesempatan kerja yang setara," kata Asrian. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak semestinya menjadi hambatan untuk bekerja ataupun mengembangkan potensi diri.
Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung di lembaga pelatihan kerja yang telah ditunjuk dan ditargetkan rampung pada November 2026. Yudi berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian secara disiplin agar keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bekerja maupun berwirausaha.
Program ini merupakan bagian dari perluasan kesempatan kerja sekaligus mendukung Program Prioritas Nomor 7 Wali Kota Batam di bidang peningkatan kualitas tenaga kerja. Pemerintah kota berharap peningkatan kompetensi ini memperkuat pasar kerja yang lebih inklusif di Batam.