BP Batam Bangun Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang di Atas Lahan 18,5 Hektare, Target Rampung 2028

Penulis: Muzakir Salim  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:54:01 WIB
Pekerja menyelesaikan pemagaran kawasan calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

BATAM — Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang memasuki tahap penyelesaian berkas perizinan dan teknis. BP Batam memastikan seluruh proses dilakukan cermat agar konstruksi fisik tidak menemui hambatan di kemudian hari.

Di lapangan, pekerjaan awal difokuskan pada pemagaran kawasan serta penanganan potensi banjir melalui pengendalian dan pencegahan sejak dini. Langkah ini diambil sebelum pembangunan gedung sekolah secara bertahap dimulai.

Konsep Kawasan Pendidikan Terintegrasi untuk Keluarga Prasejahtera

Sekolah Rakyat Merah Putih tidak sekadar menghadirkan gedung kelas. BP Batam mengusung konsep kawasan pendidikan terintegrasi di atas lahan seluas 18,5 hektare. Aktivitas pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan bakat, hingga peningkatan keterampilan akan berlangsung dalam satu lingkungan modern yang saling terhubung.

Program strategis nasional ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Akses pendidikan gratis dan berkualitas menjadi instrumen utama untuk memutus mata rantai kemiskinan yang kerap berulang antar-generasi.

Kepala BP Batam: Investasi Jangka Panjang untuk Daya Saing Daerah

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama membangun masa depan Batam yang semakin kompetitif. Ia menyebut sekolah ini merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan terasa besar bagi pembangunan kota.

"Keberadaan sekolah ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di era modern sekaligus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah di masa depan," ujarnya.

Menurut Amsakar, lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya unggul secara akademik. Karakter kuat, adaptif terhadap perubahan, serta inovatif menjadi syarat mutlak untuk menghadapi industri yang bergerak sangat cepat di Batam.

"Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi membangun masa depan generasi Batam. Pendidikan menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah," tegasnya.

Pendekatan Humanis dan Kepatuhan Hukum dalam Setiap Tahapan

Komitmen BP Batam tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik. Amsakar memastikan seluruh proses berlangsung dengan pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar Rempang. Setiap tahapan dikerjakan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Beberapa persyaratan yang tengah diselesaikan meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Penyelesaian dokumen ini menjadi pintu masuk sebelum kontraktor bergerak melakukan pembangunan fisik.

Bekal Vokasi dan Keterampilan Praktis untuk Generasi Emas 2045

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai kehadiran sekolah ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan. Para peserta didik nantinya tidak hanya memperoleh fasilitas belajar yang layak.

Mereka juga akan dibekali pembentukan karakter, pendidikan vokasi, serta penguasaan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu langsung memasuki dunia kerja dengan kompetensi memadai.

"Pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Dengan begitu, mereka memiliki bekal yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan bersaing di dunia kerja," ujar Li Claudia.

Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi simbol pemerataan pendidikan sekaligus penguatan sumber daya manusia Indonesia. Dari Rempang, harapan baru tengah dibangun untuk melahirkan generasi unggul yang siap menjadi penggerak kemajuan Batam menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: katasiber.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top