Pencarian

Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026: Anak Kapuas Belum Lengkap Imunisasi Jadi Sasaran

Selasa, 06 Oktober 2026 • 10:54:31 WIB
Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026: Anak Kapuas Belum Lengkap Imunisasi Jadi Sasaran
Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Hj Siti Saniah Wiyatno, memimpin rapat koordinasi Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

KEPULAUAN RIAU — Sebanyak 3.843 anak di Kabupaten Kapuas tercatat berisiko zero dose atau belum pernah menerima imunisasi sama sekali, angka tertinggi di Kalimantan Tengah. Selama Bulan Imunisasi Kejar Nasional 1–31 Oktober 2026, TP PKK Kapuas mengerahkan jajaran hingga tingkat desa untuk mencari anak yang belum lengkap imunisasinya dan mendampingi keluarganya sampai tuntas.

Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan memaparkan data itu dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas. Angka tersebut menjadikan Kapuas sebagai wilayah dengan anak berisiko zero dose terbanyak di Kalimantan Tengah.

Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 menyasar bayi usia 0–11 bulan dan anak usia 12–23 bulan. Sasaran utamanya bukan hanya anak yang belum pernah diimunisasi, tetapi juga yang sudah pernah namun statusnya belum lengkap sesuai jadwal.

Siapa yang Diminta Turun Mencari Anak Sasaran

Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Hj Siti Saniah Wiyatno, meminta Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan, dan desa berkoordinasi dengan Puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, lurah, serta kepala desa. Tugas mereka mengidentifikasi anak yang masuk sasaran di wilayah masing-masing.

Jaringan PKK dinilai punya posisi strategis karena berada dekat dengan keluarga, ibu, dan anak. Lewat Posyandu dan dasawisma, informasi soal jadwal imunisasi bisa sampai lebih cepat ke rumah-rumah.

Kenapa Imunisasi Anak Bisa Belum Lengkap

Siti menegaskan, belum lengkapnya imunisasi anak tidak selalu karena orang tua menolak. Keterbatasan informasi, kekhawatiran terhadap efek setelah imunisasi, hingga kendala jarak dan transportasi ikut jadi penyebab.

Karena itu, keluarga sasaran perlu didampingi dan diberi arahan soal layanan imunisasi. Penyebaran informasinya bisa lewat grup WhatsApp, kegiatan PKK, Posyandu, pengajian, dasawisma, pertemuan desa, sampai media sosial.

Gerakan Sederhana yang Diminta Dijalankan

Siti merumuskan langkahnya dalam satu kalimat yang mudah diingat jajaran PKK di lapangan. "Gerakan kita sederhana tetapi nyata: temukan anaknya, ajak keluarganya, antar atau arahkan ke pelayanan, dan pastikan imunisasinya dilengkapi," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa ini pekerjaan bersama, bukan hanya tugas tenaga kesehatan. "Ini adalah pekerjaan bersama. PKK mempunyai peran yang sangat besar karena PKK berada dekat dengan keluarga, dekat dengan ibu, dekat dengan anak, dan mempunyai jaringan sampai ke desa, kelurahan, Posyandu, serta dasawisma," ujarnya.

Yang Perlu Ibu Lakukan Selama Oktober 2026

Cek buku KIA atau kartu imunisasi anak untuk memastikan statusnya sudah lengkap atau belum. Kalau ada dosis yang terlewat, tidak perlu menunggu jadwal berikutnya — datang saja ke Posyandu atau Puskesmas terdekat selama periode Bulan Imunisasi Kejar Nasional.

Bawa buku KIA saat datang agar petugas bisa melihat riwayat imunisasi anak dan menentukan dosis yang perlu dikejar. Kalau anak sedang demam atau sakit, konsultasikan dulu ke bidan atau dokter sebelum imunisasi diberikan.

Rapat koordinasi ini digelar secara hybrid, diikuti peserta secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Kolaborasi lintas tingkat itu jadi kunci agar tidak ada anak Kapuas yang tertinggal status imunisasinya.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrokalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks