Pencarian

Pertamina Bina 428 UMKM Batik, Libatkan Pekerja Disabilitas

Senin, 05 Oktober 2026 • 08:21:01 WIB
Pertamina Bina 428 UMKM Batik, Libatkan Pekerja Disabilitas
Pekerja menyelesaikan proses membatik di Roona Batik, Bantul, Yogyakarta.

KEPULAUAN RIAU — PT Pertamina (Persero) membina 428 UMKM batik di berbagai daerah, dengan sebagian di antaranya mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai bagian dari rantai produksi. Pembinaan ini mencakup penguatan kapasitas usaha, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut menempatkan pelestarian budaya batik sebagai jalan pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Roona Batik di Bantul, Yogyakarta, memproduksi sekitar 5.000 lembar kain per bulan dengan omzet Rp100 juta. Usaha yang dikelola Muhammad Syauki itu mempekerjakan 18 orang, sebagian di antaranya penyandang disabilitas yang terlibat langsung dalam proses produksi. Skala usaha itu menjadikan Roona salah satu contoh bagaimana pembinaan Pertamina berjalan di tingkat akar rumput.

Pertamina menyebut pembinaan UMKM batik tidak berhenti pada bantuan modal. Perusahaan pelat merah itu mendampingi pelaku usaha mulai dari penguatan kapasitas, pengembangan desain, sampai membuka akses ke pasar yang lebih luas.

Omzet Rp100 Juta hingga Rp150 Juta per Bulan

Selain Roona, ada Batik Jinggar di Yogyakarta yang dikelola Vitalia Noor Darmaningsih. Usaha ini mencatat omzet sekitar Rp100 juta per bulan dengan delapan tenaga kerja, dua di antaranya penyandang disabilitas. Batik Jinggar mengembangkan motif dan desain sebagai pembeda produknya.

Di Riau, Canting Batik Tulis Riau yang dikelola Novita Hermawan mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan. Usaha ini melibatkan delapan pekerja, lima di antaranya penyandang disabilitas. Motif yang diangkat mengacu pada kekayaan budaya daerah setempat.

Ketiga UMKM itu menunjukkan pola serupa: skala usaha yang relatif kecil, tetapi mampu menyerap tenaga kerja dari kelompok yang kerap tersisih dari pasar kerja formal.

Sriekandi Patra Boyolali Kini Punya Workshop Sendiri

Program Sriekandi Patra di Boyolali, Jawa Tengah, bergerak lewat jalur berbeda. Program ini melatih keterampilan membatik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan sosial pesertanya. Kelompok ini kini memiliki workshop, peralatan, dan modal usaha sendiri.

Produk Sriekandi Patra tidak berhenti di kain batik dan oleh-oleh khas Boyolali. Mereka mengembangkan paket edukasi membatik dan menjalin kolaborasi dengan desainer. Diversifikasi itu membuka sumber pendapatan baru di luar penjualan produk jadi.

Alasan Pertamina Menyasar Batik

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut batik sebagai contoh pelestarian budaya yang berjalan seiring pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Bagi Pertamina, batik merupakan contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan mengembangkan usahanya," ujar Baron.

Baron menilai keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem UMKM membuktikan inklusivitas bisa tumbuh dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan masyarakat.

"Ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan dan akses pasar, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui pembinaan UMKM Pertamina," katanya.

Posisi dalam Komitmen BUMN Energi

Pembinaan UMKM batik masuk dalam komitmen Pertamina sebagai BUMN energi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan industri kreatif.

Bagi pelaku usaha binaan, manfaat paling terasa ada di dua hal: kepastian pendampingan usaha dan peluang menembus pasar yang lebih luas. Dua hal itu yang membedakan pembinaan dari sekadar bantuan modal sekali jalan.

Pertamina menyatakan akan melanjutkan pendampingan berkelanjutan agar UMKM batik tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Targetnya, warisan budaya tetap terjaga sementara manfaat ekonominya menjangkau lebih banyak orang.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks