Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melepas 11 dosen peneliti dan sembilan mahasiswa Institut Agama Islam Natuna (IAIN) untuk Kuliah Kerja Nyata di Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI) Malaysia, 10-20 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi KKN lintas negara pertama IAIN Natuna sekaligus ajang promosi budaya Melayu Natuna di kancah internasional.
NATUNA — Wakil Bupati Natuna Jarmin secara resmi melepas keberangkatan tim peneliti dan mahasiswa IAIN Natuna di Natuna. Sebanyak 11 dosen dan sembilan mahasiswa akan menjalani program KKN di Malaysia selama 10 hari, terhitung 10 hingga 20 Oktober 2026.
Pemkab Natuna mendorong perguruan tinggi berperan aktif memperkenalkan kekayaan budaya daerah perbatasan ke mancanegara. Jarmin menyebut kehadiran peneliti dan mahasiswa di Malaysia sebagai momentum memperluas wawasan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia.
Menurutnya, semakin dikenal budaya Natuna di kancah internasional, semakin terbuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pariwisata.
Rektor IAIN Umar Natuna menjelaskan penelitian dan KKN akan dilaksanakan di Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI) Malaysia. Tim peneliti akan mempelajari model pembelajaran, komunikasi dakwah berbasis kearifan lokal, serta asesmen atau penilaian pembelajaran.
Sementara mahasiswa KKN mengikuti pembelajaran, mengajar, dan memberikan kursus terkait tamadun Melayu, kewirausahaan, serta kepemimpinan. Menurutnya, KKN di Malaysia ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah terjalinnya perjanjian kerja sama antara KUIJSI dan IAIN.
"Di sana juga akan diselenggarakan seminar antar bangsa dan dosen kita juga akan mengajar di sana," katanya.
Jarmin berpesan agar seluruh peserta menunjukkan sikap disiplin, semangat belajar, dan karakter masyarakat Melayu Natuna yang santun serta ramah selama berada di Malaysia.
"Selama melaksanakan kegiatan di Malaysia tunjukkan sikap disiplin, semangat belajar, serta karakter masyarakat Melayu Natuna yang santun ramah," ucapnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Malaysia dapat dibagikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan masukan dalam upaya membangun wilayah perbatasan.
"Mudah-mudahan ke depan kita juga dapat melihat lebih banyak kerja sama akademik," ujar Wabup Jarmin.
Program KKN di Malaysia membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas antara IAIN Natuna dan KUIJSI. Selain pertukaran peneliti dan mahasiswa, seminar antar bangsa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang akan digelar di sana.
Pemkab Natuna menilai pengalaman belajar di negara jiran dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa sekaligus memperkuat posisi budaya Melayu Natuna di kancah internasional. Hasil penelitian dan pengalaman mahasiswa diharapkan menjadi bahan masukan bagi pembangunan daerah perbatasan.