KEPULAUAN RIAU — Samsung akhirnya memakai nama "Ultra" untuk produk foldable pertamanya, Galaxy Z Fold 8 Ultra. Langkah ini jelas berani, apalagi dengan banderol yang lebih mahal dari saudara slab-nya. Namun pertanyaannya sederhana: apakah kamera di balik layar lipat itu sanggup bersaing dengan Galaxy S26 Ultra yang selama ini jadi raja kamera Samsung? Saya menjajal keduanya berdampingan untuk menjawabnya.
Secara spek, kedua ponsel ini berbagi sensor utama 200MP dan ultrawide 50MP. Tapi di situlah persamaannya berakhir. S26 Ultra punya aperture lebih lebar (f/1.4 vs f/1.7) yang secara teori lebih baik di kondisi minim cahaya, plus dua lensa telefoto termasuk periskop 50MP 5x. Fold 8 Ultra hanya dibekali satu telefoto 10MP 3x.
Dari angka saja sudah terlihat, Fold 8 Ultra tidak akan bisa mengejar S26 Ultra di urusan zoom jarak jauh. Yang menarik justru di luar dugaan saya: di beberapa tes lain, si foldable ini bisa bikin kejutan.
Ini hasil yang tidak saya duga. Saat memotret dengan resolusi penuh 200MP, foto dari Fold 8 Ultra menampilkan detail yang lebih tajam dan definisi lebih baik di hampir semua area—dari tekstur kulit pohon sampai ornamen di latar belakang. S26 Ultra memang sedikit lebih terang di area bayangan, tapi ketajaman Fold 8 Ultra jelas lebih unggul. Kemenangan tipis untuk ponsel lipat ini.
Di tes warna, keduanya menghasilkan foto yang sama-sama vibrant. S26 Ultra cenderung lebih hangat—bunga pink di foto tampak sedikit oranye—tapi tidak ada yang jelas lebih baik. Begitu juga dengan kamera ultrawide 50MP yang identik: hasilnya nyaris sama persis. Bedanya tipis, S26 Ultra menang tipis berkat dynamic range yang sedikit lebih baik, terlihat dari kontras orang-orang di latar depan yang lebih jelas.
Saat matahari datang dari belakang subjek, perbedaan kemampuan HDR langsung terlihat. S26 Ultra berhasil menyeimbangkan highlight di patung logam dan bayangan di tangga tanpa ada area yang terbakar atau terlalu gelap. Fold 8 Ultra memang menghasilkan foto yang lebih "punchy" dengan kontras tinggi, tapi justru mengorbankan detail di area terang. Di mode potret, keduanya sama-sama memotong subjek dengan rapi, tapi tekstur kain dan jahitan di baju terlihat lebih tajam di S26 Ultra.
Di sinilah perbedaan paling mencolok muncul. Aperture f/1.4 milik S26 Ultra bekerja keras di kondisi minim cahaya: latar belakang lebih terang, bayangan lebih bersih, dan noise lebih terkontrol. Foto dari Fold 8 Ultra tetap bagus, tapi area gelap terlihat lebih pekat dan detail di sudut frame mulai hilang.
Untuk zoom, hasilnya persis seperti prediksi spek. Di 5x, keduanya masih mirip. Di 10x, S26 Ultra masih mempertahankan teks menu truk es krim tetap tajam, sementara Fold 8 Ultra mulai terlihat lembut dengan tekstur seperti cat air. Di 30x, S26 Ultra masih menghasilkan teks yang bisa dibaca, sedangkan Fold 8 Ultra hanya menghasilkan gumpalan buram.
Galaxy Z Fold 8 Ultra membuktikan bahwa kamera ponsel lipat bukan lagi sekadar pelengkap. Untuk foto sehari-hari, hasilnya nyaris setara dengan S26 Ultra. Tapi label "Ultra" menuntut kesempurnaan di semua lini, dan di sinilah Fold 8 Ultra gagal: zoom jarak jauh dan performa low-light masih kalah kelas.
Kalau prioritas utama Anda adalah kamera terbaik, Galaxy S26 Ultra masih jawabannya. Tapi jika Anda lebih butuh fleksibilitas layar lipat untuk produktivitas dan multitasking, Fold 8 Ultra menawarkan paket yang "cukup dekat" dengan flagship slab—dengan catatan Anda harus siap berkompromi soal kualitas zoom dan kemampuan malam hari, yang sayangnya sulit dimaafkan di harga setinggi itu.