KEPULAUAN RIAU — Malaysia resmi memperkenalkan Kuala Terengganu dan Kuantan sebagai destinasi baru wisata medis bagi pasien Indonesia. Langkah ini menjadi alternatif selain Penang, Melaka, dan Kuala Lumpur yang selama ini menjadi tujuan utama berobat warga RI. KMI Healthcare, jaringan rumah sakit yang mengelola fasilitas di kedua kota tersebut, menyiapkan layanan spesialis dengan standar setara rumah sakit besar di Pantai Barat Malaysia.
Konsep yang ditawarkan berbeda dari rumah sakit di kota besar. Lingkungan yang tenang, privasi pasien yang dijaga ketat, serta durasi tunggu antrean medis yang relatif singkat menjadi daya tarik utama. Bagi pasien yang ingin memulihkan diri tanpa tekanan suasana rumah sakit metropolitan, kedua kota ini menawarkan pengalaman yang lebih nyaman.
KMI Kuala Terengganu Medical Centre mengunggulkan kamar rawat inap privat bertipe single room. Desainnya dirancang untuk mendukung kenyamanan fisik dan psikologis pasien selama masa penyembuhan. Sementara itu, KMI Kuantan Medical Centre tengah menyiapkan ekspansi gedung baru untuk menambah kapasitas perawatan dan melengkapi pusat keunggulan layanan medis terpadu.
"Hospital kita mempunyai semua kepakaran seperti di hospital lain, dan kita merancang membina fasiliti baru yang lengkap dengan center of excellence," ujar Medical Director KMI Kuantan Medical Centre, Prof Dr Mokhtar bin Awang.
Daya tarik utama kawasan ini terletak pada integrasi antara layanan kesehatan dan potensi wisata pemulihan. Pasien beserta keluarga pendamping bisa menikmati lanskap alam yang asri, kebudayaan lokal yang ramah, serta ragam kuliner khas di sepanjang masa perawatan. Konsep ini menjadikan proses penyembuhan tidak terasa monoton.
"Harapannya kami dapat menarik lebih ramai pasien-pasien Indonesia untuk datang mendapat rawatan di KMI Kuala Terengganu, dan pada masa yang sama mengembangkan industri pelancongan," kata GM KMI Kuala Terengganu Medical Centre, Muhammad Ghazali Zainal Yusof.
Kedua kota ini dapat dijangkau melalui penerbangan lanjutan domestik dari Kuala Lumpur maupun jalur darat. Konektivitas yang memadai menjadikan perjalanan menuju lokasi relatif mudah bagi pasien Indonesia. Bandara Sultan Mahmud di Kuala Terengganu dan Bandara Sultan Haji Ahmad Shah di Kuantan melayani rute domestik yang terhubung dengan kota-kota besar di Malaysia.
Dengan kombinasi fasilitas medis modern dan lingkungan yang mendukung pemulihan, Kuala Terengganu dan Kuantan layak dipertimbangkan sebagai alternatif wisata medis. Bagi pasien Indonesia yang mencari pengalaman berobat berbeda dengan suasana lebih privat dan santai, kedua kota ini menawarkan nilai tambah yang tidak dimiliki destinasi medis lainnya di Malaysia.