TANJUNGPINANG — Insiden terbaliknya pompong di perairan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pekan lalu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan. Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) langsung merespons dengan mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelaku usaha perjalanan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menegaskan, seluruh pihak terkait harus tertib dalam menaikkan dan menurunkan wisatawan hanya di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Imbauan ini menyasar travel agent, tour guide, hingga penambang pompong atau kapal kayu yang menjadi moda transportasi utama di perairan Tanjungpinang.
Pemerintah daerah sejatinya telah menetapkan dua titik keberangkatan resmi untuk mengangkut wisatawan menggunakan pompong. Ketentuan ini berlaku untuk melayani pergerakan wisatawan dan masyarakat di Tanjungpinang.
Hasan meminta travel agent dan tour guide betul-betul memastikan wisatawan menggunakan titik keberangkatan yang semestinya. Ia menegaskan, menaikkan penumpang dari lokasi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut merupakan pelanggaran yang harus dihindari.
Menurut Hasan, kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan wisatawan bukan sekadar urusan keamanan perjalanan semata. Hal ini menyangkut kenyamanan wisatawan dan secara langsung berdampak pada citra pariwisata Kepri di mata pengunjung.
"Travel agent, tour guide, dan penambang pompong harus lebih disiplin dalam mengatur perjalanan wisatawan melalui jalur laut," ujar Hasan di Tanjungpinang, Sabtu.
Ia menambahkan, insiden pompong tenggelam di perairan Tanjungpinang menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pelaku usaha perjalanan wisata, pemandu wisata, operator pompong, dan pihak terkait. Koordinasi yang solid dinilai krusial untuk memastikan prosedur keselamatan penumpang dipatuhi di lapangan.
Hasan menekankan bahwa ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang sangat penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut. Langkah ini dinilai strategis untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
"Ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang sangat penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan dan masyarakat di Tanjungpinang," tuturnya.
Pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata bahari dapat menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan menjadi prioritas agar kepercayaan wisatawan terhadap transportasi laut di Kepri tetap terjaga.