NATUNA — Benih kelapa asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai dilirik pelaku usaha perkebunan dari berbagai daerah. Kepala Karantina Kepri Hasim menyebutkan, hingga pekan pertama Agustus 2026, sudah tiga kali benih kelapa asal daerah perbatasan itu dibawa keluar untuk dikembangkan sebagai sumber bibit.
Pengiriman terbaru dilakukan pada Senin (3/8) dari Pulau Midai dengan jumlah 80.000 butir menuju Kabupaten Bintan melalui jalur laut. Data aplikasi Best Trust mencatat adanya permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir tersebut.
Hasim menjelaskan, kelapa asal Natuna dikenal memiliki daging buah yang tebal dan produksinya tinggi. Karakteristik ini yang membuat benihnya terus diminati pelaku usaha untuk dikembangkan sebagai sumber bibit perkebunan.
Kelapa termasuk media pembawa berisiko tinggi karena merupakan tanaman tahunan. Proses pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan, sementara untuk menghasilkan buah diperlukan waktu beberapa tahun.
Seluruh kelapa yang dikirim telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Karantina Kepri melalui Satuan Pelayanan Natuna. Pemeriksaan dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Petugas berupaya memastikan kelapa bebas dari Sexava Nubila, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A2 yang berpotensi menyebar ke daerah lain melalui media pembawa tanaman. Selain itu, benih juga dipastikan terbebas dari penyakit layu kelapa yang disebabkan oleh cendawan maupun bakteri.
"Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur agar kelapa yang dikirim aman dan sehat," kata Hasim.
Selama ini Natuna lebih dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perikanan. Namun, dengan adanya pembibitan yang benihnya dipasok dari Natuna, sektor perkebunan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru masyarakat.
"Dari bibit siap tanam hingga menghasilkan buah memerlukan waktu yang panjang. Karena itu kami mengawal setiap proses pengiriman agar bibit yang diterima di daerah tujuan dapat tumbuh dengan baik dan tidak membawa penyakit tanaman," ujarnya.