Aset BPR Tuah Karimun Tembus Rp48 Miliar, Rekor Tertinggi 24 Tahun dan Laba Melonjak 200 Persen

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:34:01 WIB
Aset PT BPR Tuah Karimun mencapai Rp48 miliar, tertinggi sepanjang 24 tahun beroperasi.

KARIMUN — Bukan sekadar angka di neraca, torehan aset Rp48 miliar yang dicetak PT BPR Tuah Karimun menjadi sinyal perubahan arah pengelolaan bank milik daerah. Setelah melalui proses konsolidasi dan penguatan tata kelola, perusahaan yang berdiri sejak 2002 ini akhirnya berhasil menembus level kinerja tertingginya sepanjang 24 tahun beroperasi.

Laba bersih yang melonjak 200 persen menjadi bukti bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi di sisi aset. Efisiensi operasional turut membaik, tercermin dari rasio BOPO yang berada di level 85 persen, sementara Return on Asset (ROA) tercatat positif di angka 2,56 persen.

Peran Pemegang Saham di Balik Lonjakan Kinerja

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyebut capaian ini merupakan buah dari dukungan konsisten pemerintah daerah terhadap badan usaha milik daerah (BUMD). Dukungan tersebut diwujudkan lewat penguatan permodalan, pembinaan, hingga kebijakan strategis yang memberi ruang konsolidasi bagi perseroan.

"Alhamdulillah, BPR semakin bagus kinerjanya, termasuk sudah mencetak laba. Sebagai kepala daerah, kami wajib mendukung BUMD-BUMD yang ada, termasuk BPR Tuah Karimun," ujarnya kepada Warta Rakyat, Minggu (2/8/2026).

Menurut orang nomor satu di Karimun itu, keberadaan BUMD memiliki posisi strategis dalam menopang pembangunan ekonomi lokal. Karena itu, pemerintah daerah berkepentingan memastikan perusahaannya dikelola secara profesional dan sehat.

Bukan Hanya Soal Profit, Ini Dampaknya untuk UMKM

Perbaikan fundamental yang terjadi bukan tanpa tujuan. Ke depan, BPR Tuah Karimun diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Karimun.

Dengan likuiditas yang lebih sehat, bank milik daerah ini diharapkan mampu menjadi instrumen pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan. Peran tersebut dinilai krusial, terutama bagi pelaku usaha kecil yang kerap kesulitan mengakses permodalan dari bank umum.

"Indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan BPR Tuah Karimun tidak hanya tercermin dari peningkatan aset, tetapi juga diikuti kemampuan menghasilkan laba dan mengendalikan biaya operasional secara lebih efektif," tegas Bupati Ing Iskandarsyah.

Sinergi Direksi dan Karyawan Kunci Keberhasilan

Pencapaian ini tidak lepas dari kerja kolektif jajaran direksi, dewan komisaris, dan seluruh karyawan. Konsolidasi internal difokuskan pada peningkatan kualitas aset, optimalisasi penyaluran kredit, serta perbaikan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Dukungan penuh dari Pemkab Karimun sebagai pemegang saham menjadi fondasi yang memperkuat langkah tersebut. Sinergi antara pemilik modal dan pengelola ini diyakini menjadi faktor kunci yang membuat BPR Tuah Karimun tak hanya sehat secara finansial, tetapi juga semakin relevan bagi perekonomian daerah.

"Rekor aset Rp48 miliar dan laba Rp698 juta bukan sekadar angka finansial, tetapi menjadi cerminan bahwa dukungan pemegang saham, pembenahan tata kelola dan kerja kolektif telah mulai menghasilkan kinerja yang lebih sehat," pungkas Bupati.

Tantangan ke depan adalah menjaga momentum. BPR Tuah Karimun harus terus tumbuh secara profesional dan berkelanjutan, sembari tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis perbankan agar kepercayaan masyarakat Karimun semakin kuat.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: wartarakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top