Pemprov Kepri Kucurkan Rp 970 Juta untuk Kanal Banjir Sungai Lekop, Targetkan Purwodadi Bebas Genangan

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:02:31 WIB
Pemprov Kepri mengucurkan dana Rp 970,96 juta untuk melanjutkan pembangunan kanal banjir Sungai Lekop di Bintan Timur.

BINTAN — Ratusan juta rupiah kembali digelontorkan untuk menuntaskan persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga Kampung Purwodadi. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepulauan Riau memastikan pembangunan kanal banjir di Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, berlanjut pada tahun ini.

Proyek yang dibiayai APBD Provinsi Kepulauan Riau 2026 itu memiliki nilai kontrak Rp 970,96 juta dengan masa pengerjaan 120 hari kalender. Fokus pekerjaan meliputi pemasangan batu miring pada saluran, normalisasi sungai, hingga perbaikan saluran yang rusak.

Genangan Satu Meter pada 2021 Jadi Titik Awal

Penanganan banjir di lokasi ini bukan tanpa sebab. Pada 2021, banjir besar merendam kawasan dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara. Kala itu, permukiman dan lahan perkebunan warga terendam hingga kedalaman sekitar satu meter.

Sejak saat itu, Pemprov Kepri bergerak bertahap. Tahun 2021 penanganan dimulai Dinas Perkim, lalu dilanjutkan Dinas PUPP pada 2025 dengan fokus pada aliran sungai yang paling dekat dengan permukiman.

Hasil Tahap Pertama: Banjir Tak Lagi Masuk Rumah Warga

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPP Kepri, Dona Astrina, menyebut pekerjaan yang sudah rampung memberikan efek nyata. Pada akhir 2025, air tidak lagi merendam permukiman warga.

“Pekerjaan ini diharapkan dapat menyempurnakan sistem pengaliran air sehingga kawasan Purwodadi dan sekitarnya terbebas dari banjir,” ujar Dona di Tanjungpinang.

Penyempurnaan Sistem agar Banjir Tak Kembali

Pembangunan kanal sepanjang 275 meter ini menjadi kunci penyempurnaan sistem drainase di kawasan tersebut. Dengan saluran yang tersambung optimal, aliran air dari permukiman diharapkan langsung mengalir ke sungai tanpa meluap.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap langkah lanjutan ini menjadi penuntasan akhir dari masalah banjir yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Sungai Lekop dan sekitarnya.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: anambasnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top