JAKARTA — Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa program transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini disampaikannya di hadapan peserta Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
“Kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujarnya.
Amsakar menilai kesenjangan pembangunan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah pusat.
Dalam paparannya, Amsakar membeberkan pengalaman Pemko Batam menangani relokasi masyarakat terdampak pengembangan investasi di Rempang dan Galang. Pembangunan permukiman baru di Tanjung Banun disebutnya menjadi solusi yang memberi kepastian lahan bagi warga.
“Masyarakat memperoleh kepastian lahan dan ekosistem permukiman yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung,” katanya.
Keberhasilan relokasi ini, menurut Amsakar, tidak lepas dari sinergi pemerintah pusat, Pemko Batam, BP Batam, serta kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi ini menjadi model bagaimana pembangunan bisa berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat.
Amsakar menjelaskan, koordinasi antara Pemko Batam dan BP Batam dilakukan secara berkala melalui forum Musrenbang. Forum ini menjadi alat untuk menyelaraskan program dan anggaran pembangunan agar tidak tumpang tindih.
“BP Batam menangani infrastruktur strategis, sedangkan Pemko Batam berfokus pada pelayanan dasar dan aspek sosial,” jelasnya.
Pembagian peran ini dinilai efektif mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas di Batam, termasuk pembangunan permukiman baru bagi warga terdampak investasi.
Di luar isu transmigrasi, Amsakar juga menyoroti penguatan pelayanan investasi di Batam. Pemerintah setempat kini mengandalkan sistem terpadu untuk mempercepat proses perizinan.
“Serta memberikan kepastian hukum bagi investor,” tukasnya.
Langkah ini diambil untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di Batam.