TANJUNGPINANG — Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-129 Kodim 0315/Tanjungpinang tengah merampungkan sejumlah infrastruktur vital di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan. Proyek yang tengah dikerjakan meliputi semenisasi jalan sepanjang 285 meter dengan lebar 4 meter, pembangunan drainase menuju kawasan SDIT An Nahl, sumur bor, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menegaskan bahwa program strategis TNI AD ini tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. "TMMD merupakan program strategis TNI AD, dengan harapan seluruh hasil pembangunannya dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujarnya di sela-sela kunjungan kerja, Kamis.
Tim pengawasan dan evaluasi yang dipimpin Waster KASAD itu meninjau langsung progres fisik di lapangan. Perhatian khusus diarahkan pada pembangunan akses jalan yang selama ini menjadi keluhan utama warga, khususnya untuk mobilitas menuju sekolah dasar Islam di wilayah tersebut.
Selain akses jalan, ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas. Pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar harian masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Program ini juga mencakup perbaikan rumah bagi warga kurang mampu agar layak huni.
"Seluruh program ini merupakan wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat," kata Boemi Ario Bimo saat meninjau lokasi.
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Abdul Hamid menyebut kunjungan pimpinan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi personel di lapangan. Ia memastikan seluruh sasaran fisik akan diselesaikan tepat waktu sesuai rencana yang telah ditetapkan.
"TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah teritorial," ujar Abdul Hamid.
Di luar pembangunan fisik, pelaksanaan TMMD Ke-129 di Bintan juga diramaikan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup layanan sunatan massal, pelatihan keterampilan menjahit, serta penyuluhan wawasan kebangsaan.
Penyuluhan hukum, kesehatan, pertanian, dan bahaya penyalahgunaan narkoba turut dihadirkan dalam agenda ini. Seluruh kegiatan nonfisik itu dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah sasaran, sehingga dampak TMMD tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga dari kapasitas masyarakatnya.