TANJUNGPINANG — Sebanyak 100 rumah warga di kawasan tepi laut Pulau Penyengat akan mendapat sentuhan renovasi menyeluruh. Pemprov Kepri menyiapkan anggaran Rp2 miliar yang akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kepri, Said Nursyahdu, mengatakan bantuan renovasi untuk setiap rumah mencapai Rp20 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan struktur bangunan, penggantian atap, hingga pengecatan rumah yang sudah tidak layak huni.
“Ini rencana masih di dua bulan APBDP, untuk rumahnya sudah ada dan memenuhi syarat, dengan anggaran 2 miliar dan target rumah di tepi laut, dengan sekitar 100 unit rumah,” ucap Said Nursyahdu.
Pulau Penyengat dikenal sebagai kawasan cagar budaya dengan peninggalan sejarah Kesultanan Riau-Lingga. Selain menjadi destinasi wisata religi, pulau ini juga dihuni oleh masyarakat pesisir yang sebagian besar rumahnya berada di tepi laut. Program renovasi ini sekaligus bertujuan memperindah wajah kawasan tersebut agar lebih menarik bagi wisatawan.
Pemprov Kepri menargetkan seluruh tahapan renovasi dapat segera direalisasikan setelah APBDP 2026 resmi disahkan. Rumah-rumah yang masuk dalam program ini telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat teknis serta administratif.
Renovasi rumah warga di Pulau Penyengat diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Kawasan cagar budaya yang tertata rapi dinilai mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Tanjungpinang.
Warga setempat menyambut baik rencana tersebut. Sebagian dari mereka menggantungkan penghidupan dari sektor pariwisata dan UMKM di sekitar kawasan sejarah. Perbaikan rumah secara bertahap dinilai dapat menunjang kenyamanan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.