Pencarian

Bahlil Klaim Antrean BBM Jatim Terurai, Cadangan Pertalite 16-18 Hari

Selasa, 20 Oktober 2026 • 08:23:31 WIB
Bahlil Klaim Antrean BBM Jatim Terurai, Cadangan Pertalite 16-18 Hari
Menko Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers usai menerima laporan dari Pertamina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

KEPULAUAN RIAU — Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan antrean bahan bakar minyak di sejumlah SPBU Jawa Timur sudah teratasi setelah PT Pertamina (Persero) menambah pasokan. Gangguan distribusi, bukan produksi kilang, menjadi penyebab kelangkaan BBM di wilayah itu. Pemerintah juga menambah tujuh kapal pengangkut untuk memulihkan pasokan ke Bali.

Paragraf pembuka: Bahlil menyampaikan laporan tersebut usai menerima keterangan langsung dari Pertamina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). Ia menegaskan persoalan utama bukan pada kapasitas kilang, melainkan pada rantai distribusi yang sempat tersendat.

Pasokan Kilang Aman, Distribusi yang Tersendat

Menurut Bahlil, tidak ada masalah pada produksi BBM di kilang Pertamina. Kekurangan pasokan di sejumlah SPBU muncul karena terganggunya proses pengiriman ke daerah.

"Tadi saya sudah mendapat laporan dari Pertamina tentang di beberapa tempat di Jawa Timur, karena memang tanggung jawab untuk menyuplai di bawah itu adalah Pertamina. Sudah mendapat saya laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana," ungkap Bahlil.

Ia memastikan cadangan nasional BBM dalam kondisi aman. Pertalite tercatat cukup untuk 16 sampai 18 hari ke depan, sementara BBM dengan oktan tinggi dan solar memiliki cadangan di atas 20 hari.

"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk Pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari, ya," kata Bahlil.

Bali Dapat Tambahan Tujuh Kapal

Di Bali, pemerintah menambah armada kapal pengangkut BBM untuk mempercepat pengiriman. Sebelumnya distribusi ke Pulau Dewata hanya didukung tiga kapal, kini bertambah tujuh unit.

Langkah itu diambil setelah kendala bongkar muat kapal membuat cadangan BBM di Bali sempat menipis hingga hanya cukup untuk tiga sampai empat hari. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

"Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM," ujar Bahlil setelah memimpin rapat koordinasi di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar.

Cadangan BBM Bali saat ini ditopang dua terminal utama. Terminal BBM Manggis di Karangasem menyimpan cadangan sekitar 11 hari, sedangkan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar menampung cadangan untuk sekitar empat hingga lima hari.

Target Cadangan Naik Jadi 15 Hari

Bahlil meminta Pertamina menaikkan status cadangan BBM di Bali dari semula 11 hari menjadi 15 hari. Penambahan cadangan itu diharapkan memperkuat ketahanan pasokan sekaligus menekan risiko kekurangan bahan bakar bila terjadi hambatan distribusi.

"Dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan statusnya (cadangannya) tadinya 11 hari menjadi 15 hari," imbuhnya.

Perbaikan distribusi menjadi kunci bagi Pertamina, mengingat perseroan menguasai hampir seluruh rantai suplai BBM nasional melalui jaringan terminal dan kapal tanker. Gangguan di satu titik bongkar muat bisa merambat cepat ke SPBU di daerah, seperti yang terjadi di Jawa Timur dan Bali.

Dengan cadangan nasional yang masih di atas dua pekan, pemerintah menilai pasokan BBM nasional belum berada dalam posisi kritis. Namun pemulihan armada dan kelancaran bongkar muat tetap menjadi pekerjaan rumah agar antrean serupa tidak terulang di wilayah lain.

Follow www.batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks