TANJUNGPINANG — Peresmian kantor baru BSI KC Tanjungpinang menandai tahap lanjutan penataan jaringan kantor yang sebelumnya terbentuk dari penggabungan Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Relokasi diarahkan untuk memperkuat peran BSI mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Tofan Ansari menyatakan jaringan perseroan saat ini menjangkau sejumlah wilayah Kepri, termasuk kawasan terluar seperti Natuna dan Anambas. Tiga cabang beroperasi di Tanjungpinang, didukung Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bintan Center dan Tanjung Uban.
Alasan Relokasi: Lokasi Kantor Warisan Merger Terlalu Berdekatan
Menurut Tofan, penataan dilakukan karena sejumlah lokasi kantor warisan tiga bank syariah sebelumnya saling berdekatan. Relokasi berlangsung bertahap selama beberapa tahun terakhir.
"Beberapa tahun ini kita mulai merelokasi. Dulu pada saat kita awal-awal ada tiga bank: Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, itu ada lokasi-lokasi yang berdekatan. Jadi, beberapa tahun ini kita mulai merelokasi dan memperkuat keberadaan," ujar Tofan.
Ia menilai Tanjungpinang punya posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Kepri dengan potensi ekonomi yang terus berkembang. Sektor perdagangan, jasa, pariwisata, pemerintahan, hingga UMKM dinilai membuka ruang kolaborasi bagi perbankan syariah.
"Tanjungpinang memiliki peran penting sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, mulai dari perdagangan, jasa, pariwisata, sektor pemerintahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Potensi tersebut membuka ruang kolaborasi yang luas bagi Bank Syariah Indonesia untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat," jelasnya.
Dukungan Pembiayaan Jadi Fokus, Bukan Sekadar Transaksi
BSI menargetkan perannya bukan hanya pada transaksi perbankan. Perseroan menyasar posisi mitra bagi pelaku usaha lokal, terutama dalam mendukung akses pembiayaan dan pengembangan UMKM di daerah.
Harapan serupa datang dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Ia menekankan pentingnya lembaga keuangan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.
"Daerah-daerah yang maju, pasti mereka membutuhkan lembaga-lembaga keuangan," ujar Ansar Ahmad.
Menurut Ansar, kantor perbankan yang representatif membantu memperlancar aktivitas ekonomi, mempermudah akses layanan keuangan, serta mendukung perputaran modal bagi dunia usaha di Tanjungpinang dan pulau-pulau sekitarnya.
"Dengan dukungan jaringan kantor yang menjangkau sejumlah wilayah, layanan keuangan syariah diharapkan semakin mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku UMKM," kata Ansar.
Jaringan 17 Cabang, Jangkauan hingga Natuna dan Anambas
Dengan 17 kantor cabang di Kepri, BSI menempatkan layanan syariah tidak hanya di pusat kota. Jaringan tersebut menjangkau kawasan terluar, termasuk Natuna dan Anambas, yang selama ini akses layanan keuangannya terbatas.
Relokasi KC Tanjungpinang diharapkan memperkuat hubungan antara sektor perbankan, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri.