PENYENGAT — Pemberian tanjak berlangsung di sela malam temu ramah yang diguyur hujan, berhampiran dengan Balai Adat Penyengat. Tanjak bernama 'Dendam Tak Sudah' itu disiapkan PWI Kepri dari Galeri Bengkel Tanjak Rumahitam, bukan cinderamata biasa yang dibeli jadi.
Ketua PWI Kepri H. Saibansah Dardani menyebut kehadiran orang nomor satu di Provinsi Kepri itu sebagai bentuk perhatian terhadap kerja jurnalistik di daerah.
"Kita bersama puluhan pekerja media yang tergabung di PWI, sangat mengaprisiasi kehadiran Pak Gubernur. Kita sengaja menyiapkan cinderamata tanjak, dari Galeri bengkel tanjak rumahitam," sebut Saibansah Dardani.
Tarmizi Rumahitam menjelaskan, tanjak merupakan ikat kepala lelaki Melayu yang menjadi simbol kemuliaan. Pemasangan kepada Ansar Ahmad dibingkai sebagai sikap PWI memuliakan gubernur sebagai pemegang teraju kepemimpinan Provinsi Kepri.
"Kita, PWI kepri hadir di Penyengat sebagai pulau yang memiliki nilai nilai ke muliaan dari peradaban agung bangsa Melayu. Pemasangan tanjak kepada Gubernur, sebagia bentuk sikap PWI dalam memulian Gubernur sebagai pemegang teraju kepemimpinan Provinsi Kepri," kata Tarmizi.
Rombongan anggota dan pengurus PWI Kepri berada di Pulau Penyengat selama dua hari, Sabtu dan Ahad (17-18/10). Ekspedisi ini dirancang untuk memperkenalkan potensi Pulau Penyengat lebih dalam, termasuk situs peninggalan kejayaan Kerajaan Riau Lingga Johor dan Pahang abad ke-19.
Aturan yang dipegang peserta: setiap orang wajib melahirkan satu tulisan. Bentuknya tidak dibatasi pada berita, tetapi juga feature yang nantinya diterbitkan menjadi buku.
Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada PWI Kepri yang menggelar program eksplorasi di pulau bersejarah itu. Menurutnya, banyak nilai budaya dan sejarah yang masih bisa digali dari Penyengat.
"Dengan kehadiran para wartawan anggota PWI Kepri ini diharapkan dapat lebih menyebarluaskan berbagai potensi yang ada di Pulau Penyengat ini ke seluruh dunia," ujar Ansar Ahmad.
Pada malam temu ramah itu, Ansar Ahmad hadir bersama istrinya, Ny Dewi Kumalasari, Sekda Kepri Misni, Kadis Pariwisata Hasan, Kadis Kebudayaan Heri Ardianto, dan sejumlah pejabat lainnya.