KEPULAUAN RIAU — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI membuka program Creative Hub for App Talent (CHAT) 2026 di Batam, Senin (19/10/2026), untuk melatih talenta digital mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Program ini menekankan dua fokus, yakni Build untuk inovasi produk dan Secure untuk keamanan informasi. Dukungan Pemko Batam menandai upaya memperkuat daya saing produk digital daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyatakan dukungan pemerintah kota terhadap program yang digelar di Balai Deteksi Sinyal (BDS) BSSN Batam tersebut. Menurutnya, integrasi AI dalam pengembangan aplikasi menjadi langkah strategis untuk mendorong daya saing produk digital daerah.
CHAT 2026 merupakan program yang diinisiasi Kemenekraf/Bekraf RI untuk mempertemukan talenta aplikasi, komunitas kreatif, dan pelaku industri di Batam. Peserta mendapat ruang mengembangkan aplikasi berbasis AI sekaligus pemahaman tentang keamanan aplikasi.
Program ini mengusung dua fokus utama. Fokus Build mendorong peserta menciptakan aplikasi yang inovatif dan sesuai kebutuhan pengguna. Fokus Secure menekankan penerapan keamanan informasi di setiap tahap pengembangan.
Pembukaan CHAT 2026 dihadiri Direktur Aplikasi Kemenekraf/Bekraf Tri Wahyudi, Kepala BDS BSSN Batam Supapri Situmorang, serta perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Program ini diikuti talenta aplikasi dan komunitas kreatif di Batam.
Rudi menilai kolaborasi pemerintah, komunitas, dan industri diperlukan agar pengembangan talenta berjalan seiring dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif. "Pengembangan kapasitas talenta lokal di bidang aplikasi, terutama dengan integrasi kecerdasan buatan (AI), menjadi langkah strategis untuk mendorong daya saing produk digital daerah. Pemko Batam menyambut baik program CHAT ini sebagai wadah mempertemukan talenta, komunitas, dan pelaku industri," ujarnya dikutip dari Media Center Pemko Batam.
Kegiatan berlangsung hingga sore hari dengan rangkaian sesi yang mencakup vibe coding, pengembangan dasbor, penerapan keamanan aplikasi, hingga evaluasi hasil karya peserta. Materi disusun agar peserta tidak hanya mampu membangun produk, tetapi juga memahami aspek pelindungan data di dalamnya.
Rudi menegaskan kemampuan teknis perlu diimbangi perhatian terhadap keamanan informasi. Aplikasi yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar menawarkan solusi bagi pengguna, tetapi juga memiliki aspek keamanan dan keberlanjutan.
Melalui CHAT 2026, talenta digital Batam diharapkan menghasilkan aplikasi inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Upaya ini juga diharapkan memperkuat peran Batam dalam pengembangan ekonomi kreatif dan teknologi di Indonesia.
Bagi pelaku industri, program semacam ini menjadi jalur pasok talenta yang relevan dengan kebutuhan pengembangan produk berbasis AI. Sebab, ketersediaan sumber daya manusia yang paham keamanan aplikasi masih menjadi tantangan tersendiri di banyak daerah.