BINTAN — Puluhan anggota IKAB Kepri turun langsung membagikan masker gratis di kawasan Tanjung Uban, lalu melanjutkan ke Kijang. Sasaran pembagian adalah masyarakat, pekerja, dan pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan. Aksi di Bintan menyambung kegiatan serupa yang digelar di Bundaran Pamedan, Kota Tanjungpinang, Selasa (13/10).
Pembagian masker menyasar titik-titik keramaian seperti area pelabuhan, SPBU, dan perempatan lampu merah Jalan Permaisuri. Rombongan kemudian bergerak ke Kijang untuk menjangkau lebih banyak warga. Total masker yang akan didistribusikan mencapai 5.000 lembar hasil gotong royong donatur dan anggota IKAB Kepri.
Kabut asap Karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kepulauan Riau dan menurunkan kualitas udara. Kondisi itu memunculkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bagi warga yang terpapar langsung. IKAB Kepri menilai pembagian masker sebagai pelindung dasar yang bisa segera dipakai warga.
Ketua Umum IKAB Kepri H. Lis Darmansyah mengimbau masyarakat disiplin memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Menurut dia, perlindungan dini penting untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel asap.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa disiplin menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Perlindungan dini sangat penting untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah kita," tegas Lis Darmansyah.
Koordinator Lapangan Aksi Sosial IKAB Kepri, Rully Dwi Putra, menyatakan pembagian masker akan dilakukan bertahap. Penentuan kelanjutan aksi mengacu pada parameter Indeks Kualitas Udara (IKU) di wilayah setempat. Jika status masih tidak sehat atau mengarah ke level berbahaya, aksi serupa akan kembali digelar.
"Aksi sosial ini tidak berhenti di sini dan akan terus kami lakukan secara bertahap apabila parameter Indeks Kualitas Udara (IKU) di wilayah kita masih menunjukkan status tidak sehat, atau bahkan mengarah ke level berbahaya. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pelindung dasar saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Rully yang juga menjabat Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Kota Tanjungpinang.
Dari sisi kebijakan, pentolan IKAB Kepri Buana Fauzi Februari mendorong setiap kepala daerah di Provinsi Kepulauan Riau memantau ketat perkembangan IKU di wilayahnya. Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret dan responsif untuk menjaga kesehatan masyarakat dari dampak Karhutla.
"Kami secara khusus menyerukan kepada setiap Kepala Daerah di Provinsi Kepulauan Riau agar ikut memantau secara ketat perkembangan kondisi Indek Kualitas Udara (IKU) di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah harus hadir mengambil langkah-langkah konkret dan responsif guna menjaga serta melindungi kesehatan masyarakatnya dari dampak Karhutla ini," ungkap Buana.
Rangkaian pembagian masker IKAB Kepri bergerak dari Tanjungpinang ke Tanjung Uban, lalu Kijang. Pola ini memperlihatkan perluasan jangkauan aksi sosial organisasi alumni perguruan tinggi dan instansi pendidikan Bandung yang berdomisili di Kepri. Selain program sosial, IKAB Kepri menyatakan fokus pada kegiatan edukasi dan lingkungan.
Warga yang menerima masker diharapkan memakainya selama kabut asap belum surut. Pembagian tahap berikutnya bergantung pada perkembangan kualitas udara di masing-masing kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.