KEPULAUAN RIAU — Apple memakai komponen fleksibel di dalam engsel iPhone Duo untuk mengalirkan panas ke seluruh bodi lipatannya. Pendekatan ini menjawab tantangan disipasi panas yang biasanya jadi masalah di ponsel layar ganda. Simak cara kerjanya dan apa artinya bagi calon pembeli.
Apple mengonfirmasi bahwa desain termal iPhone Duo tidak mengandalkan satu titik pembuangan panas saja. Komponen fleksibel yang tertanam di engsel berfungsi sebagai jalur perpindahan panas, sehingga suhu tidak menumpuk di satu sisi layar. Strategi ini berbeda dari pendekatan ponsel lipat yang umumnya menebalkan ruang di sekitar baterai atau menambah lapisan grafit.
Engsel adalah bagian paling rumit pada perangkat layar ganda. Ia harus menahan ribuan siklus buka-tutup, tetap tipis, dan tidak mengganggu lipatan layar. Karena ruang di dalamnya sempit, produsen biasanya menghindari menambah komponen yang menghasilkan panas. Apple justru memanfaatkan ruang itu untuk memindahkan panas dari chipset ke area yang lebih luas.
Panas berlebih bisa mempercepat penurunan performa chipset dan memperpendek umur baterai. Pada perangkat lipat, masalah ini lebih terasa karena bodi terbagi dua dan sirkulasi udara terbatas. Solusi berbasis engsel memberi jalur tambahan tanpa menambah ketebalan bodi.
iPhone Duo menjalankan iOS 27, sistem operasi yang sama dengan iPhone non-lipat. Versi untuk perangkat ini sudah disesuaikan agar mendukung pengalaman dua layar, termasuk pengaturan jendela aplikasi dan perpindahan konten antarpanel.
Pemindahan panas lewat engsel berpotensi menjaga performa tetap stabil saat menjalankan aplikasi berat dalam mode dua layar. Multitasking, pengeditan video, atau bermain game di panel besar adalah skenario yang paling diuntungkan.
Namun, klaim ini masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen. Suhu permukaan, konsistensi clock speed, dan daya tahan engsel setelah pemakaian lama adalah tiga hal yang belum diungkap Apple secara rinci.
Bahan yang tersedia belum menyebut harga, varian penyimpanan, maupun jadwal penjualan resmi iPhone Duo. Apple juga belum mengonfirmasi ketersediaan di pasar Indonesia. Untuk konteks, perangkat lipat di Indonesia umumnya masuk beberapa bulan setelah peluncuran global, mengikuti sertifikasi TKDN dan kesiapan jaringan distribusi.
Apple baru masuk ke kategori lipat setelah bertahun-tahun rumor. Langkah ini menempatkannya berhadapan dengan merek yang sudah lebih dulu menjual perangkat layar ganda, termasuk Samsung dan sejumlah produsen asal China. Keunggulan Apple ada di ekosistem iOS 27 dan integrasi perangkat lunak, sementara tantangan utamanya adalah membuktikan ketahanan engsel dan efisiensi termal di pemakaian nyata.
Pendekatan termal berbasis engsel menunjukkan bahwa Apple memilih jalur rekayasa yang tidak biasa dibanding kompetitor. Bagi pengguna yang butuh perangkat lipat dengan pengalaman iOS, iPhone Duo adalah satu-satunya pilihan. Bagi yang mengutamakan harga dan variasi model, pasar ponsel lipat non-Apple masih menawarkan lebih banyak opsi.