KEPULAUAN RIAU — Billy Sharp resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada usia 40 tahun. Penyerang yang identik dengan Sheffield United itu menutup karier 22 tahun dengan 299 gol, termasuk trigol di laga terakhirnya bersama Doncaster Rovers.
Sharp mengumumkan keputusan itu melalui wawancara dengan Sky Sports. Ia mengaku sengaja memilih mundur dengan cara yang ia tentukan sendiri, bukan karena cedera yang memaksa.
"Saya akan gantung sepatu. Saya sudah menjalaninya dengan baik. Saya sudah menempuh perjalanan panjang, sampai usia 40," kata Sharp.
"Saya ingin pergi dengan syarat saya sendiri. Saya sudah melihat banyak teman tersingkir karena cedera dan hal-hal semacam itu."
Sharp menutup musim lalu bersama Doncaster Rovers dengan trigol ke gawang Peterborough. Ia sebenarnya mencetak gol keempat di laga itu yang akan membawanya ke 300 gol sepanjang karier, tetapi dianulir karena offside.
"Akan sangat indah mendapat gol ke-300 di hari itu, tapi saya sudah punya karier yang luar biasa," ujarnya.
Sepanjang karier profesionalnya, Sharp memperkuat Southampton, Nottingham Forest, Leeds United, Hull City, Scunthorpe United, Reading, Doncaster Rovers, dan Rushden & Diamonds. Ia juga sempat memperkuat LA Galaxy di MLS pada 2023 sebelum kembali ke Yorkshire.
Sharp adalah pendukung Sheffield United sejak kecil dan melakukan debut di Championship sebagai pemain pengganti melawan Watford pada November 2004. Ia kemudian menjadi kapten klub dan tokoh penting dalam tiga kampanye promosi: dari League One pada 2017 serta Championship pada 2019 dan 2023.
Dalam tiga periode bersama Sheffield United, Sharp mencetak 129 gol dan menjelma sebagai ikon klub. Ia juga bagian dari skuad Southampton yang promosi ke Premier League pada 2012.
Bersama Doncaster, Sharp mencetak gol kemenangan dramatis di menit akhir melawan Bradford City untuk memastikan promosi ke League One pada 2025. Catatan itu melengkapi pencapaiannya sebagai pencetak trigol EFL di usia belasan, 20-an, 30-an, dan 40-an.
Sharp tidak sepenuhnya meninggalkan lapangan. Ia bergabung dengan tim Baller League N5 yang dipimpin mantan kiper Arsenal dan Jerman, Jens Lehmann, untuk bermain sepak bola enam lawan enam.
Ia juga mulai mengincar karier kepelatihan setelah menyelesaikan lisensi coaching. "Saya mungkin bukan pemain paling berbakat, mungkin bukan yang paling disukai di lapangan, tapi itu karena saya mencintai sepak bola," kata Sharp.
"Saya bersemangat dan saya rasa saya sudah mengambil setiap bagian dari karier saya. Saya membuat kenangan di sepak bola yang akan bertahan seumur hidup."