KEPULAUAN RIAU — Google Japan memperkenalkan keyboard conveyor belt yang memindahkan tombol ke jari pengguna lewat mekanisme berputar, dirancang untuk mengetik dengan satu tangan. Perangkat ini bukan produk jual, melainkan bagian tradisi tahunan tim Gboard Jepang yang rencana pembuatannya tersedia gratis di GitHub. Konsepnya menyasar pengguna yang ingin mengurangi kelelahan tangan saat mengetik dalam waktu lama.
Tim Google Jepang kembali merilis prototipe keyboard unik lewat program tahunan "saran dari tim Gboard". Keyboard conveyor belt menempatkan deretan tombol di atas sabuk berjalan, sehingga pengguna cukup menunggu karakter yang dituju tiba di bawah ujung jari.
Rancangan ini bukan produk komersial. Google membagikan berkas rencananya di GitHub agar siapa pun bisa merakit sendiri sebagai proyek DIY.
Mekanisme sabuk berputar membawa tombol bergerak menuju tangan pengguna. Alih-alih menggerakkan tangan ke posisi tombol, pengguna menunggu tombol yang tepat datang menghampiri.
Menurut blog resmi tim Gboard, pendekatan ini mengurangi kelelahan karena tangan tidak perlu berpindah-pindah posisi. Keyboard dirancang untuk pemakaian satu tangan.
Bentuknya menyerupai gabungan keyboard kantor dan treadmill. Terjemahan otomatis siaran pers Jepang menyebut "tombol mengalir ke tangan Anda melalui mekanisme putar sabuk konveyor".
Keyboard conveyor belt adalah lelucon yang sudah jadi tradisi. Setiap tahun tim Google Jepang merilis prototipe keyboard aneh untuk menarik perhatian ke Gboard, aplikasi keyboard Google untuk Android.
Tradisi bermula pada April Mop 2010 dengan keyboard drumset berisi ratusan tombol. Ide itu muncul karena bahasa Jepang punya ribuan karakter Kanji yang tidak bisa ditampung layout keyboard standar.
Sejak 2016, jadwal rilis prototipe bergeser ke 1 Oktober dan menjadi konvensi tersendiri di kalangan penggemar gadget Jepang.
Setelah keyboard drumset, tim Gboard Jepang konsisten merilis satu konsep baru setiap tahun. Berikut daftarnya:
Meski tidak dijual, Google membuka rencana pembuatan keyboard conveyor belt di GitHub. Pengguna dengan keterampilan elektronika dan mekanik bisa merakitnya sebagai proyek DIY.
Langkah ini sejalan dengan pola rilis prototipe sebelumnya yang lebih menonjolkan eksperimen desain ketimbang produk massal. Tidak ada informasi harga karena perangkat ini memang tidak dipasarkan.
Keyboard conveyor belt cocok jadi bahan eksperimen bagi penggemar keyboard mekanik dan proyek DIY yang ingin mencoba konsep input tidak biasa. Bagi pengguna umum yang mencari keyboard harian, konsep ini lebih tepat dinikmati sebagai lelucon tahunan tim Gboard Jepang.